Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

26 January 2013

Tes Peserta Didik Baru?

Bulan Januari, khususnya untuk sekolah atau lembaga pendidikan swasta, merupakan waktu dimana sekolah melakukan penerimaan peserta didik baru untuk tahun pelajaran depan. Dan salah satu kegiatan dalam penerimaan peserta didik baru tersebut adalah tes. Apakah itu untuk tingkat pendidikan Pra Sekolah atau TK, juga untuk tingkat pendidikan di Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi.

Jika saya katakan salah satu kegiatan adalah tes, maka tidak berarti bahwa kegiatan itu bentuk dan prosesnya sama serta persis yang dilakukan di tingkat pendidikan Pra Sekolah atau SD misalnya. Ata juga antara untuk yang akan masuk ke jenjang pendidikan di SD atau SMA misalnya. Keberbedaan ini dimungkinkan karena untuk mereka yang akan masuk di bangku Kelompok Bermain,yang lebih kurag berusia 3 tahun, maka tentunya yang dilihat sekolah tersebut berbeda untuk anak yang berusia 12 tahun yang akan masuk ke bangku pendidikan SMP.

Demikian juga yang saya lihat pada pagi hari itu di sekolah kami, ketika siswa datang ke calon sekolahnya, maka teman-teman guru membuat mereka dalm kelompok-kelompok untuk kemudian dilakukan sebuah kegiatan yang menurut saya lebih pas dinamakan sebagai 'upacara penyambutan' sebgai bentuk ice breaking. Dimana guru-guru itu akan mejadi begitu narsis pada saat beratraksi di depan barisan ketika memberikan panduan agar semua calon-calon siswa itu tidak merasa tegang. 

Pada tahap itu, saya benar-benar memberikan apresiasi kepada teman-teman yang selain kreatif juga adalah sadar akan posisi mereka pada pagi itu, sekaligus juga memahami bagaimana perasaan serta khawatirnya anak-anak yang menjadi calon siswa itu ketika hadir ke sekolah untuk mengikuti tes masuk. Sesuatu yang saat kita masih kanak-kanak belum pernah mengalaminya.

Mengapa Harus Tes?

Ini jugalah yang kali pertama kami renungkan. Mengapa harus tes ketika anak-anak itu itu berkeinginan sekaligus menjatuhkan pilihan untuk bersekolah? Pertanyaan ini terjawab secara alami. Karena jumlah kursi yang terbatas di sekolah kami, mengharuskan tidak semua pendaftar dapat kami terima. Maka dengan saringan itulah kami bermaksud memberikan kesempatan yang sama kepada semuanya.

Dan tentunya, tes yang diberikan juga bukan merupakan tes standar sebagaimana yang kita persepsikan. Ketika saya masuk ke dalam kelas untuk melihat apa yang sedang diakukan oleh anak-anak calon peserta didik baru tersebut, antara lain sedang mengerjakan mewarnai gambar, menggunting dan menempel gambar-gambar yang dipilih, sedang mengancing baju, dan ada pula yang sedang diminta membaca kartu kalimat yang disediakan guru.

Secara keseluruhan dari apa yang dilakukan oleh teman-teman dalam kegiatan penerimaan peserta didik baru tersebut, saya dapat memetik satu hal yang membuat saya pribadi belajar adalah, bahwa teman-teman itu seperti tidak ada sikap berhenti untuk mengekplorasi diri mereka sendiri dan kelompoknya.

Ini menjadi kesimpulan saya karena dalam setiap tahunnya, setiap kegiatan seperti ini selalu menjadi wahana bagi mereka untuk berbuat yang berbeda. Oleh karenanya, meski acara atau kegiatan itu menjadi kalender  kegiatan rutin, tetapi nuansa prosesi, value, dan cita rasa yang selalu tumbuh. Meski esensi kegiatan tetap menjadi rutin karena dengan sentuhan kerjasama dan keinginan untuk terus berbuat maksiml, maka selalu lahir inovasi yang membuat saya iri untuk terus mengikuti dan menyerap keberbedaan itu. Alhamdulillah.

Jakarta, 25-26 Januari 2013.

No comments: