Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

13 April 2017

'Nambang' atau Wisata, sama-sama ada Uangnya


Ini yang kami kunjungi ketika menengok cucu di Yogyakarta akhir pekan awal April 2017 lalu. Berkunjung ke bekas tambang breksi yang ada di sekitaran Candi Ijo, Kecamatan Prambanan, Yogyakarta. Dan meski aktivitas tambang telah berhenti dan berakhir, lokasi itu sepertinya akan tetap mendatangkan uang dan penghasilan.







Jakarta, 13 April 2017.

10 April 2017

Ingin Punya Usaha di Kampung?

"Apakah tidak punya rencana untuk punya usaha di kampung?" Begitulah pertanyaan Pak Haji Nur, yang tinggal di tepi sungai Comal, yang adalah pemilik RM Prasmanan di Desa Sikasur, Belik, Pemalang, Jawa Tengah. Pertanyaan yang tentunya teramat sulit untuk dapat saya jawab dengan tegas. Pertanyaan yang akhirnya saya tanggapi dengan tersenyum. Ini terjadi pada Jumat, 24 Maret 2017, pagi hari setelah perjalanan saya dari Jakarta terhenti di desa tersebut untuk melakukan makan pagi.
Brosur tawaran yang diberikan kepada saya untuk bisa ditawarkan kepada siapapun yang berniat dan berminat, serta tentunya memiliki kemampuan.

"Waduh Bapak. Pertanyaan yang saya tahu pasti jawabannya. Tetapi juga menggoda untuk tahu apa yang dimaksud Bapak dengan bertanya seperti itu." Jawab saya setelah Pak Haji benar benar menyampaikan tawaran kepada saya untuk punya usaha di desanya. Dan benar saja, Pak Haji Nur mengajak saya untuk 'menonton' apa yang menjadi barang yang ditawarkan kepada saya. Yaitu lima bidang tanahnya, yang menyatu, yang lokasinya hanya terpaut 60 meteran berada di tempat usahanya, yang dibukanya sebagai rumah makan Prasmanan.

Jakarta, 10 April 2017.

Mudik Hari Kejepit

Ketika ada hari kerja yang kejepit hari libur, seperti pada Senin, 27 Maret 2017 lalu, saya dan keluarga memanfaatkannya sebagai hari libur dengan menggunakan fasilitas cuti tahunan, untuk melakukan perjalanan ke Yogyakarta. Dan untuk mengantisipasi macet yang akan terjadi, maka cuti yang saya ambil adalah 3 hari kerja. Kami merencanakan perjalanan sebelum week end dan kembali ke Jakarta Selasa, 28 Maret 2017. 

Selain hari perjalanan yang telah kami rencanakan, sekali lagi untuk menghindari macet atau setidaknya bertumpuknya kendaraan sesama pengguna jalan yang memanfaatkan hari kejepit tersebut, kami juga mengambil rute perjalanan dan jam keberangkatan yang tidak umum.

Maka ketika Jumat, 24 Maret 2017, menjelang waktu Subuh, saya telah meluncur dari Jakarta menuju arah Yogyakarta. Alhamdulillah, meski harus menggunakan satu lajur saya di sepanjang Tol Bekasi Barat hingga Cikarang karena lajur 1 dan 2 yang dipenuhi truk dan kendaraan besar lainnya, laju kendaraan kami masuk di kecepatan 70-80 km/jam. Dan selepas itu hingga jalan Tol habis di Brebes, dapat kami tempuh dalam 3 jam perjalanan.
 
Jalur Brebes-Slawi-Radudongkal-Belik-Purbalingga. Jalur ini memungkinkan kita untuk memandang hijau, hijau, dan hijau. Sementara sebelah kiri bawah jalan terbentang waduk Cacaban.
Di pintu Tol Brebes, yang pernah menjadi simpul kemacetan di Idul Fitri 2016, pagi itu lengang.  Kendaraan dapat melaju dengan normal tanpa halangan. Ini sesuai sekali dengan harapan kami ketika kami harus mengambil cuti di hari kerja, untuk mengawali keberangkatan, se-awal awalnya. 



Jalur selanjutnya adalah menuju Slawi untuk kemudian masuk Pemalang. Tepatnya di Radudongkal, Belik, hingga masuk Kota Purbalingga. 

Jalur Purbalingga-Gombong, kami dibantu Google melalui Klampok- Waduk Sempor-Selokerto (Gombong/Kebumen).

"Kita cepat sekali sampai di kampung." Demikian komentar Instri dan Sulung saya setalah perjalanan berakhir untuk transit di kampung halaman saya, di ujung Kabupaten Purworejo. Dan memang, kami semua merasakan hal yang sama. Perjalanan kami lalui dengan berkendaran menggunakan kecepatan yang santai. Plus dengan 5 kali istirahat, atau setara dengan 2 jam.

Foto bersama di tanggul Waduk Sempor, di Kabupaten Kebumen.

"Ini juga menjadi perjalanan paling mudah dan paling berkesan untuk ayah sendiri." Jawab saya. Meski, kami tetap membutuhkan waktu perjalanan selama 12 jam. Tetapi untuk saya, yang berprinsip bahwa; perjalanan mudik adalah sama dengan perjalanan wisata, waktu tempuh 12 jam adalah sebuah anugerah yang sungguh menggebirakan. Alhamdulillah.

Jakarta, 10 April 2017.