Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

30 January 2024

Masjid Nabi

Kapan kamu akan tinggalkan Madinah?
Mengapa secepat itu?
Apakah kamu tak bisa lebih lama lagi disini?
Cobalah untuk lebih lama disini 

Kotanya Nabi Shalalahu 'alaihi wassalam
jangan cepat² kamu meninggalkannya
 
Begitulah bujukannya kepada kami 
untuk tinggal lebih lama lagi
agar dapat lebih mengenangi
apa saja yang dapat dikenang
bila kami nanti telah meninggalkannya?
 
Dan benarkan kami memang segera pergi 
meninggalkannya begitu saja? 


Lalu dpria itu kembali mengatakan kepada kami
di sela kami memilih cindera mata yang ada di tokonya:

Apakah kamu merasa bosan 
bila lebih lama lagi berada di sini?
Bukankah disini kamu bisa shalat
di dalam masjid Nabi
Kamu juga bisa memandang kubah hijau
Kapan saja kamu mau

Masih banyak sekali kata²
Bapak setengah baya itu
kepadaku saat selesai berbelanja
di toko cindera mata pintu 22
ketika tahu besok pagi
kami harus bergerak ke Mekkah

Allahumma shali ala Muhammad 
wa ala Ali Muhammad

Tiba di Jeddah

Senin, 5 Juni 2023 dini hari, pesawat yang membawa kami mendarat dengan halus di Jeddah. Sampai bandara yang luas, bersih, dan cenderung lengang pada saat kami menuruni tangga menuju gerbang Imigrasi. Super sekali.

Sebuah pemandangan yang amat sangat kontras dengan apa yang kami pernah alami di bulan April 2017 pada saat kami melaksanakan Umroh. Dimana saat itu kami harus mengantri dengan pelayanan yang menuntut kesabaran.
 
Alhamdulillah. Kedatangan kami di Jeddah dengan suasana yang mengesankan ini. luar biasa! Bersyukur bahwa akhirnya Allah takdirkan saya dan istri sampai Jeddah untuk prosesi perjalanan haji tahun 2023. Perjalanan yang tertunda. 

Karena pada haji tahun 2022, semua persiapan haji saya dan istri sudah lengkap. Mulai manasik, suntik meningitis, pakaian seragam dan ihrom, serta kopernya. Namun hingga keberangkatan haji yang terakhir, visa haji furoda kami tidak keluar. Ditunggu, namun Allah belum memperjalankan kami bersama separuh kuota haji di tahun itu. Tahun pandemi Covid 19. 
 

Saya menerima dengan setulus hati atas kenyataan itu. Karena Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya. Saya yakin. Ada hal yang lebih baik bagi saya dan istri untuk tidak berangakat haji tahun 2022 itu. 

Ada yang seru saat kami baru saja keluar dari gardabara dan menemukan toilet.  Dimana seorang yang antri didepan saya dan sedang berdiri di urinoir, tiba-tiba seorang jamaah nyelonong dan langsung cuur di sampingnya. Muncrat air seninya sebelum sampai pada lubang pembuangan yang masih  dipergunakan. 

Bapak yang atri di awal dan sedang menunaikan tugas itu ternyata menjadi teman satu kamar dengan saya. Pengusaha Forklif dari Surabaya. Sementara yang menyeruduk antrian karena tidak sabar dan tidak bisa menahan buang air kecil itu adalah pengusaha kopra dari Banyuasin, Sumatera Selatan, yang saat mabit di Mina kasurnya di seberang saya.

Saat mengecekan passport,  saya benar-benar surprise. Karena lokasinya yang terang benderang, luas, tanpa ada antrian. Ini pemandangan yang jauh berbeda pada saat saya melakukan perjalanan Umroh di bulan Mei tahun 2017. Kala itu kami harus antri dan lambat antriannya bergerak maju. Seperti yang pernah disampaikan oleh pembimbing haji saat menarik haji tahun 2022.


Di Terowongan

Saat kembali pada aktivitas se-hari²
dan melihat gambar saat di Mina
hanya satu yg tersisa dalam kepala
betapa karunia telah saya dapatkan 
saat harus berjalan menuruni bukit Aziziyah
menapaki jalanan bebas kendaraan 
menuju tempat mabit
untuk sebagian malam
dalam tenda bersama rombongan 
berbagi tempat dan cerita
Alhamdulillah 

Seperti saat di hari Idul Adha
sekembali dari thawaf dan sa'i
pada tahalul yang pertama
dan melepas ihrom berganti pakaian biasa
berhenti melepas lelah di tengah terowongan 
yang pandangnya 1000 meter menuju Mina 
sebelum resto ayam cepat saji
di sisi kiri dan disisi kanannya 
mengingatkan bahwa
perjalanan kami hampir sampai
pada gerbang maktab yg dituju

Terbayang kembali berjalan
bersama berduyun-duyun 
jamaah² dari mana saja
dibawah hangatnya udara 

Teringat betapa cepatnya
khawatir yang berganti gembira
karena ternyata telah dimudahkan 
diringankan untuk berjalan
tanpa menjumpai kesulitan

Tidak ada yang dirasakan
selain keriangan 
menemukan pengalaman berjalan
bersama ribuan orang yang tidak saya kenal
seperti saat berhenti di terowongan 
dari Aziziyah menuju Mina

Hari Tasryk-Terowongan Mina, 19.09.2023

Es Krim Mina

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Setelah hari kesekian di Mina
terasa oleh saya lega dan plong
khawatir berganti sudah
suasana ramai bisa dinikmati
melalui cita dan rasa berbeda
saat malam tarwiyah lalu

Persahabatan sesama jamaah
lika liku jalan sekaligus pembatas tenda
dalam maktab beserta para penghuninya 
yang tumpah hingga di lorong²nya
juga makanan, buah, dan minuman 
termasuk es Krim dan penganan khas timur tengahnya

Beberapa malam di Mina 
telah mengajarkan pada metabolisme 
bagaimana beradabtasi
meski untuk sekedar membuat janji
dengan teman dari maktab yang berbeda
atau untuk menambah variasi 
suguhan yang dirasa lidah 
 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kedatangan malam itu di Mina
disambut berbagai cemilan manis gurih di kanan
berbagai kopi dan es Krim di sebelah kiri
persis setelah masuk gerbang maktab 
serasa mendapat sambutan
setelah 30 menit spartan berjalan 
dan saya melintas saja
bukan karena takut harus antri di toilet 
tapi mencoba menghindar dari yang dingin²
seperti es krim itu
 

Kenangan di maktab 111-Dzulhijjah 1444
 

Aziziyah-Mina

 

Berjalan kaki Aziziyah ke Mina dan sebaliknya
menjadi rutinitas haji kami
cukup 30 menit saja
dengan jamaah yang berduyun-duyun
membuat jarak dan lelah hilang

semua bersemangat dan berkeringat
Lenyap juga pesimisme 

Bolak balik menjadi pilihan
setelah sebagian melam ada di Mina
kembali ke penginapan Aziziyah
untuk bisa istirahat dan pemulihan
berbagi tempat dg teman yg tetap berdiam di Mina
terus bersemangat
di tanggal 8, 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah 
Berangkat bisa menjelang atau selepas Maghrib

Ada pikiran takut saat memulai
mengenakan ihrom usai Dhuha
lalu semua saya coba hamparkan 
kekhawatiran dan wasangka 
dalam kamar yg harus saya tinggalkan 
bermohon dg keyakinan yg saya pastikan
agar menjadi modal awal perjalanan 
pada prosesi haji ini

Yang lemah menjadi kuat 
yang ragu menjadi yakin
yang sakit menjadi sehat
yang lemas menjadi kokoh 
yang takut menjadi berani
demikian semangat Ustadz Heikal pada kami
Bismillah...

29 January 2024

Menanti Subuh

Kembali lagi menujumu 
dan waktu tak sedini yang lalu
hanya mengalir bersama 
gelombang jamaah 
sesuai arus yang ada 
di eskalator orang ber-harap²
di lokasi berpendingin 

Kembali lagi aku dapatkan 
meski tidak lagi sama
dengan yang kami percakapkan
saat membasuh kepala

Tetap saja kutempati 
apa yang menjadi milikku di pagi ini
menunggu waktu Subuh tiba
bersama tetangga shaf yang khusu'
tilawah Al Quran dan bersujud
juga yang menengadahkan tangan
bershalawat dan menyebut Asma-Nya

Kubisikan kata dalam hati
bahwa semua tempat yang kudapat
selalu meninggalkan gairah baru
kecemerlangan baru
pengalaman baru
dan juga impian²
yang menjadi penambah 
bagian puzzle kesyukuran 
seperti saat menanti Subuh ini

Aziziyah, Sabtu, 24 Juni 2023-6 Dzulhijjah 1444 H


Wuquf 1444

Awal 1445 ini
kuingat kembali
waktu itu
di pagi selepas Dhuha hari Tarwiyah
turun dari bis 
di jalan di bawah terik matahari
menenteng tas pakaian ganti
di pintu maktab di Mina

Esok pagi selepas Dhuha 
kembali menghampiri bis
untuk perjalanan menuju Arafah
bersama-sama mempersiapkan diri
menata kesiapan hati di hari kedua
pada prosesi haji 1444

tak sama dg persepsi yg telah terbangun
dari informasi pendamping haji
saat sebelum tiba di hari ini

Kenyataan yang saya jumpai
saat bis benar² tiba
di depan pintu kemah di atas bukit batu 
yang memungkinkan saya memandang 
hamparan perkemahan Putih 

tentang tenda² yang di Arafah 
di bawah terangnya matahari 
sebelum waktu Dzuhur tiba

Arafah, 09.12.1444

Pilihan

Datang sebelum waktu
tapi ternyata harus berlalu
dari pintu yang dituju 
dan harus lalui jalan yang lebih panjang
tak ada pilihan
harus dijalani
pilihan baik sudah bukan milik 
milik yang lebih awal
bukan seperti saya
Harus dijalani

Ada harapan di ujung eskalator
menuju ruang berpendingin 
dan saat tiba di ujung 
askar menunggu penutup lajur 
harus berlalu ke tangga berikut

Begitulah pilihan
tak akan datang 
saat waktu telah habis

Selasa, 20 Juni 2023

Terbuka


 

 

 

 

 

 

 

Ada yang menjadi lega saat kubah terbuka

Padahal Masjid itu sudah amat luas dan amat adem
Dan dengan kagum 
Melihat atap yang bergerak 
Pelan berirama konstan
Menakjubkan serta mengagumkan
Kesan mewah timul dengan sendirinya
 
Saya menunggu kubah itu membuka penuh
Kemudian menemukan atmosfir berbeda
Menjadi semakin lega dan sedikit menjadi hangat
Lahir lagi kenyamanan baru
MasyaAllah 

Udara Nabawi seperti berlarian 
Masuk dalam setiap jamaah yang masih menunggu
Dalam Masjid dengan rasa kagum
Bersamaan dengan cahaya matahari hangat
di awal bulan Juni 2023

Anda pasti rindu 
Untuk kembali bertemu 
dengan rasa yang tidak mungkin bisa ditulis pena
Pasti!
Seperti juga aku.


Sajadah Raudah


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Teman² merapikan sajadah tebal hijau
Mengenangkan saat² shalat di Raudah
Masjidnya Nabi SAW

Dilipat dua untuk masuk dalam koper 
Rapi menutup oleh² untuk kerabat tanah air
Dua lembar sajadah masih mungkin

Saya turut mensyukuri
Atas keberadaan bersama yang lain 
Turut serta dalam shaf 
dalam Masjidnya Nabi SAW
Lalu saya  menjadi faham 
Mengapa teman bersusah membawa serta
Sajadah Raudah 

Saya menjadi menemukan kembali 
Arti ketidaktahuan tentang suatu hal
Pada titik dimana saya merasakan 
Sudah memahami.

Saya menjadi malu
Lalu saya bersembunyi saja 
Dengan berdiam seribu bahasa.
Padahal hanya tentang sajadah!

Yang Buat Betah

 
Hanya ada 3 tempat

Yang memang menjadi agenda utama
Keberadaan kami selama 30 hari
Tidak membuka laptop
Apalagi mengejar Commuterline
Karena ini menjadi rutinitas baru
Yang berbeda dari biasa

Inilah kenyataannya;
Kamar, Resto, Masjid
 
Itulah aktivitas hariannya 
Tidak ada rapat koordinasi 
Untuk membahas visi misi 
atau apapun bentuk tugas lainnya
karena hanya ada 3 lokasi itu

Bagaimana tidak bisa kerasan disini?
Kata teman sekamar dari Surabaya 

Istirahat diantara jeda waktu
Bertemu teman saat antri ambil makanan
Berburu shaf paling nyaman 

Madinah, 9 Juni 2023


Mina 2023

Pagi selepas Subuh
di hari Tasryk terakhir
menginap di Mina
nafar tsani 

Kami turuni tangga 
bersama niat yang bahagia
kusiapkan batu melontar 7x3
dalam genggaman tangan kiri 
yang kubebaskan untuk menuju lantai 4

Yakin sudah 
melangkah keluar maktab 
setelah 4 malam kuinapi 
sejak tarwiyah lalu

kutunggu anggota rombongan 
dalam bangku mobil golf 
yang terparkir depan gerbang 
di samping bis² yang mananti 

Kutinggalkan maktab 
dan takkan kembali lagi setelah ini
karena usai lontaran akhir 
kami tak kembali lagi kesini

Selamat tinggal 
sagenap sangka buruk...

terimakasih 

Almd, 8.07.23

De Javu

Seperti mimpi
masih seperti mimpi

Bahwa diperjalankannya 
berada di tempat mabid 
Mina dan Arafah
 
bersama jutaan ummat Rasul-Nya
menjadi fakta
 
yang sepertinya telah tergambar
dalam keinginan 
sebelum sebelum waktu ini
entah 3 tahun lampau 
mungkin 10 tahun sebelum ini
atau bisa jadi lebih jauh dari itu

Seperti sabda Kanjeng Nabi
AKU adalah bagaimana hambaKU
berprasangka kepada KU

27 January 2024

Senin Ini

Hari Senin Ini

Seperti hari² lalu 
Setiap waktunya 
mengudara vibrasi 
yang membuat 
pori² bergairah 
entah bagaimana
bisa mengukur
atau menempatkan 
pada posisi
yang paling
mujarab 

Banyak rasa 
tapi kehabisan
aksara...

Yth Pak Rahman


Assalamu'alaikum Pak Rahman

Senang berjumpa, berkenalan, bisa berteman dengan Bapak meski dalam waktu hitungan hari. Berbincang terbuka di sela-sela asap yang kadang mengudara dari percakapan. 

Senang ada cengkerama yang lugas tidak berjarak meski bertemu sekilas dengan kopi panas di tangan kita masing² karena takut tersentuh dan tumpah oleh padatnya saudara² dalam prosesi di Mina.

Suasana hati yang sama² mempertemukan kita untuk memilih sudut kemah berkarpet tidak tebal di lokasi hangat dan sedikit tinggi. Sehingga memandangi kuncup-kuncup kemah  yang ada di bawah bukit berwarna putih krem yang anggun

Terimakasih, Bapak telah menawarkan untuk ambil video agar ada kenangan. Meski hingga sekarang saya belum yakin apakah Bapak sendiri sudah menonton video ini? Walau upaya mengiriman via WA sdh centang biru. Saya juga sdh berupaya untuk menelpon namun belum bisa tersambung.

Terimakasih Pak Rahman.
Wassalamu'alaikum
 
Catatan:
Pak H Rahman, asal dari Kendari, bersama-sama menjadi jamaah haji tahun 2023. Dalam 1 rombongan haji Diyo Siba, Jakarta.