Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

28 Juni 2015

Ramadan Tanpa Siswa

Pada akhir tahun pelajaran ini, 2014/2015, hingga awal tahun pelajaran baru nanti, 2015/2016 di akhir bulan Juli 2015, bertepatan dengan masa awal hingga akhir Ramadan 1436 H. Dengan itulah maka kami sempat ragu bagaimana mengalokasikan libur akhir dan awal tahun pelajaran. Sebelum akhirnya kami memutuskan dua waktu libur tersebut kami gabungkan. 

Dan itulah maka ketika para peserta didik liburan sekolah di sepanjang Ramadhan ini, kami para pendidik di sekolah mengikuti pelatihan dan mengerjakan persiapan tahun pelajaran depan lebih awal dan lebih panjang tanpa ada kehadiran peserta didik.

Ini menjadi hal yang sungguh berbeda dan canggung. Karena lumrahnya Ramadhan, kami selalu menjalaninya bersama peserta didik dengan kegiatan amaliah Ramadhannya. Namun sungguh, tahun ini peserta didik kami sepenuhnya libur disepanjang Ramadhan. Dan ini adalah suasana untuk kali pertama sepanjang saya bergabung kembali dengan sekolah yang berbasis Islam di tahun 2004 lalu.

Selain itu, inilah liburan sekolah terpanjang dalam.kurun waktu 10 tahun terakhir yang saya alami.

Jakarta, 28 Juni 2015.

Rekrut Guru #10; Evaluasi Kontrak

Inilah sebuah hal yang harus saya dapatkan dari penanggungjawab unit sekolah yang ada di lingkungan lembaga kami. Yaitu serangkaian informasi berkenaan dengan hasil kinerja bagi teman-teman yang masa kontrak kerja harus disimpulkan. 

Masa ini merupakan masa yang harus kami lakukan secara detil dan teliti terutama untuk menstandarisasi bagi anggota baru di sekolah. Ini menjadi hal penting karena kami menyadari bahwa kualitas individu dari teman-teman, merupakan modal besar bagi keberlanjutan pengembangan bagi lembaga kami sebagai sekolah swasta.

Karena kami sadar sekali bahwa kualitas individu adalah bentuk pengembangan daya saing lembaga. Kami tidak mungkin menyandarkan bahwa daya saing lembaga berangkat dari fasilitas yang kami miliki. 

Oleh karena itulah maka evaluasi yang teman- teman Kepala Sekolah di unit sekolah yang ada. Dan semakin baik dan berkualitas evaluasi yang kami lakukan, maka itu dapat menjadi jaminan bagi sebuah sosok guru yang berkualitas. Semoga.

Jakarta, 28 Juni 2015.

Rekrut Guru #9; Habis Kontrak

Di sekolah saya, masa kontrak yang berdurasi satu tahun adalah sebuah masa bagi teman-teman di unit sekolah untuk memberikan masukan kepada mereka dalam membuat kesimpulan bagi teman yang dalam masa kontrak tersebut. Kesimpulan tersebut bermakna bagi kami apakah masa kontrak tersebut kami akan sudahi, yang berarti masa kontrak tidak kami tingkatkan menjadi tetap.

Dan kesimpulan tersebut selalu saya ingatkan kepada penanggungjawab unit sekolah secara reguler. Sejak mereka di triwulan pertama hingga ketiga. Ini agar teman dalam masa kontrak juga mempersiapkan diri dalam membentuk pola kerja dan persyaratan kerja yang kami standarkan terinternalisasi pada diri mereka. 

Kami akan segera informasikan sisi mana yang membutuhkan perhatian teman tersebut agar persyaratan yang kami inginkan tercapai. Namun jika semua sisi dari apa yang kami angankan dan ekspektasikan terwujud dalam masa satu tahun di masa kontrak tersebut, maka kami akan segera menawarkan status baru setelah masa kontrak mereka habis.

Jakarta, 28 Juni 2015.

18 Juni 2015

Rekrut Guru #8; Ada Guru yang Resign

Sebagai bagian dari penjaga gawang di sebuah lembaga pendidikan swasta, ketika ada seorang teman sejawat yang tiba-tiba harus mengundurkan diri dari bagian kita, maka tanggapan saya sendiri adalah sebuah hal yang normal. Karena saya melihatnya bahwa karir seseorang adalah ibarat sebuah perjalanan. Dan sebagai sebuah perjalanan, maka teman yang harus mengundurkan diri tersebut akan menempuh perjalanan berikutnya. Dan benar saja memang, karena sebagian besar teman yang resign tersebut akan menempuh karirnya pada profesi yang sama namun dengan penambahan tugas dari lembaga baru yang menawarinya pekerjaan. Jadi sebuah hal yang menggembirakan.

Di sisi lain, selalu saja muncul beberapa tugas tambahan kepada saya dan juga teman satu kantor yang berkait dengannya. Meski kabar dan keputusan pengunduran diri itu memberikan waktu buat kami untuk melakukan perekrutan, tetapi keputusan dan kenyataan itu selalu saja memberikan kepada kami sedikit waktu untuk membuat keputusan.

Keputusan yang harus segera kami lakukan atas berita tersebut adalah bagaimana kami dengan durasi waktu yang tersisa untuk menemukan kandidat. Dan menemukan kandidat potensial pada tataran sekolah yang selevel kami, adalah sebuah pekerjaan yang tidak dapat dikatakan mudah. Maka rapat atau diskusi persiapan tetap harus kami lakukan bersama dengan para penjaga gawang di unit sekolah yang ada di lembaga kami. Yang kadang hal ii harus pula kami lakukan dengan cara maraton. Tidak lain karena kami terbelenggu dengan tenggat waktu, yang berupa tahun pelajaran. 

Menemukan Kandidat

Sebagai langkah paling awal, kami mencobanya bahu membahu bersama teman dengan menggunakan jejaring sosial di hp pintar kami. Dengan cara ini, kami ingin mencoba menaru perhatian teman kontak kami untuk juga memberikan informasi tentang keberadaan kandidat yang kami sedang buru. 

Walaupun setelah para kandidat itu  berhasil kami jaring dan hadir dalam rangka memenuhi undangan dari kami, tetap saja kegiatan pada tahap ini tidak dapat dipandang enteng. Terutama karena kami menginginkan mereka yang berhasil terjaring adalah mereka yang setara secara potensi dengan sahabat kami yang resign tersebut.

Walau sering pula kami harus mensyukuri jika ada diantara kami yang ingin melanjutkan perjalanan karirnya di lokasi lain dengan cara mengajukan pengunduran diri tersebut. Karena ini berarti kami akan memiliki wajah baru, darah baru, dan harapan baru. Karena sebagai sekolah swasta, kandidat bagus yang kemudian menjadi bagian dari kami juga memberikan warna yang berbeda dari yang sebelumnya. Dan harapan kami tentunya warna yang menjadi harapan orangtua siswa juga. Semoga. 

Jakarta, 2-18 Juni 2015.

06 Juni 2015

Rekrut Guru #7; Memilih yang Terbaik?

"Ada perbedaan pendapat dari sisi guru yang kebetulan terlibat dalam seleksi kandidat Pak. Dari dua kandidat yang ada, mereka telah memberikan pandangannya terhadap keduanya tersebut. Tetapi sebagian besar teman yang terlibat lebih memilih kandidat B mengingat potensi untuk menjadi guru yang moderat secara perilaku." Begitulah kalimat yang saya terima dari seorang teman terhadap sebuah proses perekrutan guru baru di lembaga kami.

Satu dari Dua Kandidat

Itulah kalimat yang saya dapatkan ketika bertemu dengan salah satu manajemen unit yang sedang melangsungkan rekrutmen guru baru. Teman itu menyampaikan hal tersebut agar kiranya saya dapat juga memberikan masukan dan pandangan antara kandidat A dan kandidat B. Dimana disodorkan kepada saya dua berkas hasil seleksi keduanya. Namun atas pandangam guru yang terlibat menseleksi kandidat, cenderung memilih kandidat yang masih tumbuh. Dan mereka yang memilih itu lebih dominan.

Sementara kandidat yang mempunyai hasil observasi dan kemampuan komunikasi yang baik, justru jatuh karena memiliki rasa percaya diri yang kuat. Bahkan terlalu kuat di mata panelis yang disertakan dalam proses rekrutmen tersebut. Alhasil, saya dimintanya untuk urun rembug. 

Itulah maka saya berada diantara dua kandidat yang sedang kami pilih untuk menjadi bagian dari kami sebagai pendidik. 

Dan kesempatan saya menggali lebih jauh dan lebih dalam tentang dua kandidat yang sudah kami jadwalkan. Sebagaimana yang lain, sayapun bertanya kepada keduanya tentang minat, motivasi, mimpi dan visi, serta tekad yang ada pada mereka atas profesi pilihannya sebagai guru. 

Jakarta, 2-6 Juni 2015.