Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

20 November 2017

Pahawang #2

Ada yang masih ingin saya sampaikan berkenaan dengan kepergian saya dan teman-teman ke Pahawang, Pasewaran, Provinsi Lampung, pada Sabtu, 25 Oktober 2017. Tidak lain adalah kegembiraan saya untuk melihat secara langsung, sekaligus merasakan, hangatnya dan bersihnya habitat bawah laut di lokasi wisata laut tersebut.
Perjalanan dari Jakarta kami tempuh dengan kendaraan bis. Dan karena kedatangan kami di lokasi masih bagi buta, sekita pukul 02.00, maka kami masih sempat tidur di masjid yang ada di Dermaga Ketapang, Pasewaran.

Meski kami sebenarnya kurang tidur, mengingat sejak dari Merak selepas waktu Isyak, maka kami justru memanfaatkan waktu di kapal ro-ro untuk bercengkerama. Tetapi semangat untuk segera menuju spot snorkling yang menjadi tujuan ami yang utama, membuat semua yang terhitung kurang sirna entah kemana.

Inilah perahu yang akan membawa kami sepanjang perjalanan wisata kami di Pahawang hingga kembali lagi ke Derama Ketapang esok harinya. Tidak tampak wajah lelah karena kurang istirahat.
Dan benar saja. Sebelum tukang perahu benar-benar menghentikan perahunya dan melepaskan jangkarnya, kami telah bersiap untuk langsung meloncaat ke dalam  air yang biru dengan karang-karang laut yang terlihat berbayang.

Ambil nafas dan sekaligus diambil gambarnya.
Termasuk ketika petugas yang membawa kami untuk mengabadikan gambar ketika kami menyelam tanpa pelampung dan juga tanpa alat menyelam. 



Jakarta, 20 November 2017.

Jalan Halal

Saya mendapat kesempatan untuk memenuhi undangan sekolah, berkenaan dengan kegiatan dialog sekaligus juga kegiatan pentas anak-anak. Jadi kegiatan itu selain kegiatan dialog yang fokus saya ikuti sejak awal, juga ada kegiatan pameran hasil karya siswa, kegiatan perlombaan siswa dari beberapa cabang lomba, serta kegiatan penampilan seni siswa. 

Khusus untuk kegiatan dialog, yang menjadi topiknya adalah tentang makanan halal. Yang membahas darai berbagai sudut pandangnya. Misalnya untuk sisi syar'i, maka tampil DR Tuan Guru Bajang Madjdi, yang juga adalah seorang Gubernur untuk provinsi NTB. Pada sesi ini, Tuan Guru menukilkan kisah Nabi yang ketika mengutus Muadz bin Jabal untuk berdakwah ke Negeri Yaman memberikan pesan berkenaan dengan halal.

Sementara Ibu Aisha Maharani, yang adalah lulusan dari IPB, dan pernah bekerja penuh waktu untuk sertifikasi hahal di MUI, serta CEO dari Halal Corner, memberikan testimoni berkenaan dengan pentngnya menginternalisasi konsep berpikir, serta berperilaku halal sejak dari keluarga. Karena inilah yang membuatnya tersadar akan beberapa perilaku masa lalunya.


Sedang Ibu Nonon, yang adalah psikolog dari sekolah lebih memberikan pandangan dan testimoni tentang penanganan peserta didik dalam lingkup perilakunya. Serta hubungannya antara perilaku anak dengan pola hidup halal. Dan sebagai penampil terakhir adalah seorang dokter ahli syaraf, yaitu dr Andre. Dimana beliau menjelaskan bahwa terbentuknya sel-sel dalam tubuh manusia berawal dari makanan dan minuman yang dikonsumsinya. Dan selain sel-sel, beliau juga menjelaskan bahwa DNA juga berawal dari asupan makanan dan minuman. Yang dengan demikian maka jalan hidup halal harus menjadi bagian inheren bagi keselamatan dan kesejahteraan dunia hingga akherat.

Diskusi tentang halal ini dikemas dalam bentuk talk show yang diselenggarakan di Gedung Smesco pada Minggu, 19 November 2017.

Jakarta, 20 November 2017.

18 November 2017

Rapat Reuni

Beginilah situasi rapat kami yang berlangsung di salah satu rumah alumni SPG tahun 1985. Rapat berlangsung di daerah belakang terminal bis Cilacap yag ada di Gunungsimping.

Tidak seperti biasanya untuk kegiatan rapat reuni teman-teman SPG kali ini. Setidaknya ini yang saya sendiri alami. Hal ini mengingat kegiatan pertemuan berlokasi di daerah yang jauh dari tempat tinggal saya, tepatnya di kota Cilacap, Jawa Tengah. Dan juga peserta pertemuan tidak hanya yang berada di Cilacap saja, tetapi dari Jakarta seperti saya dan tekan saya, dari Purworejo, dan juga dari daerah lain meski masih masuk dalam wilayah Cilacap. Pertemuan awal ini berlangsung pada Minggu, 12 November 2017. Maka berangkatlah saya menuju Cilacapuntuk keperluan rapat tersebut, sekaligus berwisata. Maka kehadiran saya ke Cilacap ditemani oleh anak laki saya. Pertemuan awal itu untuk mendiskusikan pertemuan besar yang juga akan diselenggarakan di Gunungsimping, Cilacap pada Sabtu, 30 Desember 2017 mendatang.

Foto bersama seusai rapat. Diantara kami ada yang merupakan alumni SPG lulus tahun 1984, tahun 1985, dan bahkan yang lulus tahun 1990.

Jakarta, 18 November 2017.

Menginap di Sekolah

Bersamaan kegiatan dengan berkemah yang dilakukan oleh unit sekolah Taman Kanak-kanak, di unit SMP siswi kelas VII juga memiliki kegiatan yang sama namun dengan fokus kegiatan yang berbeda. Kegiatan menginap di sekolah bagi anak-anak putri di kelas VII SMP adalah peningkatan karakter Islami. 

Penampakan saya diantara siswi kelas VII SMP yang sedang melaksanakan kegiatan menginap di sekolah dengan fokus pembelajaran karakter Islami. Saya, sebagaimana tampak dalam gambar tersebut, sedang memaparkan perjalanan sejarah seorang Jendral yang bernama Nuruddin Az Zanki.

Kegiatan menginap yang dilaksanakan oleh kakak-kakak yang duduk di kelas VII SMP terfokus di ruangan kelas. Baik dalam kegiatan mereka shalat atau juga berdialog. Ini memungkinkan karena jumlah mereka hanya 25 siswi. Sementara guru yang mendampingi anak-anak SMP pada hari itu ada 5 Guru, atau enam guru termasuk saya, yang mendapat tugas memberikan kisah sejarah Islam.

Jakarta, 18 November 2017.

Perkemahan TK #2

Saya masih akan menulis catatan tentang perkemahan yang dilakukan di sekolah bagi anak-anak yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak. Perlu saya jelaskan bahwa kegiatan yang berlangasung pada Jumat, 17 November hingga Sabtu, 18 November 2017 merupakan kelanjutkan dari kegiatan perkemahan yang dilakukan oleh Kelompok Bermain hingga TK A di dua hari sebelumnya. Yang membedaan antara kegiatan perkemahan untuk KB dan TK A dengan perkemahan yang dilakukan oleh Kelompok TKB adalah bahwa kelompok TKB menginap di sekolah bersama guru dan perwakilan orangtuanya.

Ini adalah salah satu acara dari kegiatan berkemah anak-anak TK B, yaitu makan malam yang disetting di halaman sekolah. lay out tempat makan di bawah lampu taman yang dibuat lebih terang dari hari biasanya, serta dibangun pula tenda-tenda kemah sungguhan.

Tujuan perkemahan menginap yang dijalani oleh anak-anak yang ada di kelompok TK B adalah untuk memberikanpengalaman kepada anak-anak akan kemandirian dalam satu putaran hari penuh. Tidur berpisah dengan orangtuanya. Tidur tidak menggunakan pempres. Melakukan kebutuhan hidup seperti membuat susu sebelum tidur sendiri. Mencuci piring dan gelas setelah sarapan pagi sendiri.



Sementara perwakilan orangtua yang tergabung dalam WOTK atau Wakil orangtua tingkat kelas, akan mendampingi anak-anak dari jarak jauh. Para orangtua akan memberikan bantuan kepada guru dalam berkomunikasi dengan semua orangtua. Perwakilan orangtua juga akan mendampingi anak-anak bersama guru ketika anak-anak diajak berjalan kaki di pagi hari di seputar sekolahan.



Jakarta, 18 Nove,ber 2017.