Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

30 December 2012

Ada Kecombrang di Pecel Rowokele

Cerita ini berawal ketika saya, mungkin kali keempatnya, datang ke lokasi yang sama di warung makan yang terletak di halaman sebelah kanan pintu masuk Goa Jatijajar yang ada di kecamatan Rowokele, Kebumen, Jawa Tengah. Dimana di lokasi itu saya selalu meminta menu nasi pecel. Seperti juga ketika saya dulu sering naik kereta ekonomi, dan pedagang pecel di wilayah Ciledug, Kuningan, selalu menawarkan nasi pecelnya, yang selain bunga turi, juga ada diantaranya bunga kecombrang. Maka di samping kanan pintu masuk Goa Jatijajar itulah saya merasa diterima tidak saja sekedar sebagai pembeli. Tetapi serasa sebagai pelanggan.

Karena siempunya warung akan membukakan pintu kulkasnya yang sudah tidak baru lagi, yang dipajang di dekat pintu dapurnya, guna memperlihatkan kalau bunga turi dan kecombrang yang tersedia sudah tidak egar lagi. Dan karena melihat buktinya, maka kami, saya dan keluarga percaya.

"Tapi ngak apa-apa kalau Sampean mau bawa ke Jakarta. Barangkali anak-anak Sampean pengin tahu seperti apa bunga kecombrang itu." Saya tidak mengiyakan apa yang ditawarkannya. Namun bunga yang sudah dikupas menjadi mengecil itu sudah berpindah ke tangan saya.

***

Pohon kecombrang itu.
Jujur, saya sendiri sedikit lupa bagaimana bentuk bunga itu ketika masih tumbuh atau ketika berada di pekarangan. Ini karena setelah lebih kurang 26 tahun saya putus kontak secara dekat dengan pekarangan rumah dan segala jenis tanaman yang menumbuhinya. Maklum mengejar riski di perantauan.

Hingga pada libur akhir tahun 2012, dimana kami menerima kiriman gambar pohon dan bunga kecombrang itu dari teman di grup alumni. Dimana foto diambil dari sebuah pekarangan rumah di kecamatan Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah.

Kiriman foto ini mungkin menjadikan saya, dan mungkin Anda yang telah lama tidak bercengkerama dengan kampung halaman ketika saat musim hujan, dimana segala rupa tanaman tumbuh di pekarangan, teringat akan masa lalunya. Semoga.

Bunga itu.
Dan untuk jasa teman yang telah mengambil gambar dan mengirimkannya, saya menghaturkan terimakasih.

Jakarta, 30 Desember 2012.

No comments: