Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

21 September 2013

Jejak Jepang dalam Bentuk Benteng

Ini adalah apa yang saya lihat dan rasakan ketika berada di atas sebuah benteng pertahanan dan pengintaian tentara Jepang di wilayah pegunungan Menoreh yang berada di Bagelen. Sebagaimana yang saya baca di sebuah media on line http://krjogja.com/read/187784/warga-bagelen-temukan-benteng-jepang.kr pada tanggal 20 September 2013.

Sumber; http://krjogja.com/read/187784/warga-bagelen-temukan-benteng-jepang.kr
Jejak Sejarah

Apa yang dieksplorasi oleh saudara-saudara kami yang tergabung dalam  Paguyuban Warga Bagelen (PWB) tersebut, adalah sebuah kepedulian dan rasa ingin tahu para generasi muda terhadap bangsanya. Dan salah satu yang menjadi bahan bagi penghilang dahaga rasa ingin tahu itu adalah jejak sejarah yang ada di wilayahnya. Itulah jejak sejarah dari sebuah bangsa yang pernah hidup di desa kami, dalam bentuk benteng.
Pintu benteng yang saya kunjungi, yang posisinya berada di arah bawah Mushola Samiaji. Dok,pribadi.
Terbayang oleh saya ketika pada Mei 2013 lalu saya berkesempatan mengunjungi salah satu benteng yang menjadi obyek eksplorasi para pemuda itu, yaitu bagaimana para saudara kami yang menjadi kuli bangunan itu pada saat membangun. Ini karena benteng yang kebetulan saya kunjungi tersebut, yang lokasinya berdekatan dengan Mushola Samiaji, dengan konstruksi yang kokoh. Berbahan bangunan semen yang keras dan tebal.
Jendela benteng. Dok. pribadi.
Juga, rasa ingin tahu saya ketika melihat ke arah garis pantai di Laut Selatan, Samudra Hindia, serta jalur jalan raya serta rel kereta api di bawahnya, apa yang sesungguhnya Bangsa Jepang ingin ketahui dengan hal-hal tersebut di atas?

Beberapa sesepuh dan orangtua yang masih sehat di desa kami yang menjadi salah satu dari lokasi benteng-benteng yang kabarnya terdapat 28 buah di kecamatan Begelen tersebut, tidak satu pun yang dapat memberikan informasi tentang pembangunan dan operasional dari benteng-benteng itu.
Pemandangan dari arah benteng. Dok. pribadi.
Tetapi dengan membaca berita yang ada di KR Jogja tentang aktifitas Paguyuban Warga Bagelen (PWB) tersebut, saya menjadi lebih optimis untuk ikut serta dalam pencarian makna dari jejak sejarah dalam bentuk benteng itu. Semoga.

Jakarta, 21 September 2013.

Tidak ada komentar: