Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

20 Januari 2012

Sosialisasi UN di Sekolah


Pagi itu, saya diminta oleh Ibu Kepala Sekolah untuk memberikan sedikit pebukaan atas kegiatan Sosialisasi kegiatan Ujian Nasional. Dalam sosialisasi itu antara lain pihak sekolah akan membahas tentang pelaksanaan dan tahapan dalam ujian akhir sekolah dan tentang kisi-kisi ujian nasional terbaru dari Kemendikbud, serta beberapa upaya sekolah daam mempersiapkan keberhasilan siswa dalam menghadapi ujian tersebut. Seperti biasanya dan seperti dimana saja, bahwa orangtua kelas akhir di sekolah tersebut hanya dihadiri oleh empat ayah dari sekitar 75 orangtua siswa.

Tentang tahapan dan pelaksanaan ujian nasional, tentang kisi-kisi, dan tentang strategi untuk mencapai keberhasilan beajar siswa,  kepala sekolah yang didampingi oleh guru yang menjadi penanggungjawab mata pelajaran menyampaikan sesuai dengan apa yang menjadi ketentuan pemerintah dalam hal ini Kemendikbud. 

Demikian juga apa yang saya sampaikan saat kegiatan itu selesai di buka oleh MC. Saya hanya menyampaikan sedikit tentang hal ihwal yang berkait dengan ujian nasional. Saya justru amat sangat tertarik untuk menyampakan hal-hal yang ada diluar lingkaran ujian nasional namun sangat menentukan keberhasilan dan keberkahan anak di masa mendatang.

Hanya Tiga Hal

Hanya tiga hal saja yang dapat saya sampaikan sebagai pembukaan dalam kegiatan tersebut. Tiga hal itu adalah tiga hal mendasar yang harus menjadi pondasi bagi keberhasilan dan keberkahan bagi ikhtiar kami di sekolah dan para orangtua siswa di rumah bagi pegembangan potensi ananda.

Pertama, saya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan para orangtua siswa tetap berkomitmen untuk menjadikan sekolah kami sebagai tempat bagi pengembangan kompetensi dan potensi anandanya masing-masing. Dan kamipun selalu memohon doa dari para orangtua yang ada agar amanah tersebut selalu dapat jaga dan kami emban dengan sebaik-baiknya. Dan kami pun akan menjadikan amanah tersebut sebagai motivasi bagi kami semua sebagai guru di sekolah, untuk terus menerus memohon kekuatan dan kemudahan kepada Illahi Rabbi agar langkah kami lurus sesuai dengan petunjukNya.

Kami berharap agar permohonan kami dan permohonan para orangtua siswa kami kepada Sang Khalik menyatu dan bersinergi sehingga menjadikan permohonan kami terkabul dan terialisasi. Amin.

Kedua, Saya menyampaikan bahwa era kita saat kita bersekolah dan menghadapi ujian akhir sekolah berbeda dengan pada saat dimana anak kita. Pada masa kita, ketika menghadapi ujian nasional, sulit untuk membayangkan soal yang akan keluar dalam ujian nanti. Olehkarena itulah, kita akan sebanyak mungkin belajar dan membaca dari beberapa buku. Maka, alangkah sedihnya kita mana kala ujian berlangsung, namun sedikit sekali materi yang sebelumnya kita pelajari keluar dalam soal ujian.

Sedang anak sekarang? Empat bulan sebelum ujian berlangsung, sekolah dan guru telah diberitahukan, bahkan juga kepadanya, tentang kisi-kisi ujian nasional. Yaitu batasan kompetensi yang sekaligus dapat tergambarkan materi pelajaran yang harus disiapkan untuk ujian nasional. Karena soal-soal ujian nasional hanya keluar dari atau bersumber dari kisi-kisi yang diberikannya itu.

Artinya, kita sebagai orangtua siswa, selama siswa sehat dan fokus,  tidak boleh terlalu kuatir  akan kegagalan bagi anak-anak kita. Karena dengan seperti itu maka sesungguhnya kisi-kisi dalam ujian nasional atau ujian akhir sekolah dapat benar-benar menjadi peta keberhasilan siswa.

Ketiga, saya berpesan sekali kepada para orangtua siswa untuk benar-benar mengawasi apa ketika ujian berlangsung, jangan ada  tangan-tangan jahat ikut, apalagi diikutkan, untuk memperoleh hasil ujian yang baik. Modusnya? Menerima SMS kunci jawaban hanya beberapa menit sebelum ujian dimulai. Meski hal itu diterima dalam bentuk gratisan. Apalagi jikalau harus mengeluarkan beberapa rupiah sebagai imbalannya. Untuk itulah maka saya mengajak seluruh orangtua yang hadir agar tidak terlalu menjadikan hasil ujian nasional sebagai satu-satunya hasil belajar.

Karena jika dalam memperoleh hasil akhir itu sudah ada keterlibatan atas unsur ketidakjujuran, maka itu akan dibawa ananda sepanjang dia akan menapaki kehidupan dimasa mendatang. Semoga. Amin.

Jakarta, 20 Januari 2012.

Tidak ada komentar: