Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

26 Januari 2012

Komitmen Bersama

Pagi hari ketika siswa kami berdatangan, saya bertemu dan sempat berdialog dengan salah satu dari mereka itu. Cuaca pagi ini tidak terlalu cerah. Bahkan awan yang bergelantungan sedikit meneteskan dalam rintik hujan. Siswa itu baru duduk di kelas delapan. Mengenakan pakaian batik bebas.
  • Sempat nonton sepak bola tadi pagi? Tanya saya kepada anak itu. Maklumlah kalau pagi hari tadi ada pertandingan leg kedua antara dua tim kuat di Spanyol, yaitu FCB dan RM. Saya berpikir bahwa hampir semua siswa saya tadi sebagian besarnya menyempatkan menonton big match itu sebelum berangkat ke sekolah. Tapi ternyata dugaan saya salah. Setidaknya untuk siswa saya itu.
  • Tidak sempat Pak. Semalam saya kecapaian, jadi pagi-pagi ngak sempat lagi nonton. Jawabnya. 
  • Kok ngak sempat? Ada pekerjaan rumah yang harus kamu selesaikan? Tanya saya lebih lanjut. Kembali saya berpikir bahwa untuk menyelesaikan tugas sekolah di malam sebelumnya hingga dia tidak punya waktu lagi untuk sekedar duduk di depan tv sebelum berangkat sekolah.
  • Saya mencuci mobil Pak. Jelasnya.
  • Wah ... Hebat. Mobil siapa yang kamu cuci? Kata saya sembari menatapnya penuh kagum.
  • Mobil ayah dan mobil Ibu saya Pak. Jawabnya lagi.
Dialog itu masih berlanjut beberapa saat kemudian. Antara lain saya ingin mengetahui bagaimana dia, yang anak metropolis,  yang pasti juga mempunya mbak atau mas di rumahnya, memiliki kemauan yang begitu mulia? Lalu dia sampaikan beberapa hal yang membuat saya lebih jatuh hati dan kagum. Tidak saja kagum kepada dia yang begitu baik dan ikut terlibat dalam kerumahtanggaan dalam bentuk membantu orangtuanya untuk membersihkan dan mencuci mobilnya, tetapi juga kagum bagaimana orangtuanya yang mampu membuat sang anak memiliki tanggung jawab besar itu.

Komitmen Bersama

Tampaknya, kegiatan yang dijalaninya ini, beru berjalan baru-baru ini saja. Dan kegiatan itu merupakan komitmen antara anak dan orangtua. Anak memiliki semangat untuk megenal lebih dekat seluk beluk dari mobil yang digunakan ayah ibunya ke kantor. Dia juga menjelaskan beberapa hal yang dilakukan dalam membersihkan kendaraan itu. Antara lain hanya mencuci bodi kendaraan saja. Sedang bagian bawah kendaraan hanya cukup dia semprotkan air kran. Demikian juga bagian dalam kendaraan hanya seperlunya.

Namun dari dialog tersebut, saya mengambil kesan sangat positif dari siswa tersebut terhadap tugas tambahan yang telah dilakoninya sejak Januari ini. Setidaknya, waktu yang ia pakai untuk melakukan kegiatan itu sebelumnya adalah waktu ia memegang game di komputer. Oleh karena itu, dia merasa memiliki kesempatan untuk lebih pintar tentang bagian-bagian dan sekaligus perawatan sebuah kendaraan.

Meski tidak saya tanyakan kepadanya, saya hampir yakin bahwa kegiatannya ini adalah bagian dari persiapannya untuk nantinya memiliki kendaraan sendiri ketika menginjakkan bangku kuliah. Dan jika waktu itu nanti terjadi, dia akan menjadi anak yang 'berbeda' dari anak lainnya dalam hal memegang kendaraan. Dan dalam sisi inilah saya cemburu akan keberhasilan orangtua dan sekaligus anak tersebut. Karena di rumah, saya memiliki anak seusia yang masih sulit untuk dapat membangkitkan jiwa merawat atas barang yang telah ada. Misalnya seperti kendaraan roda duanya...

Jakarta, 26 Januari 2012.

Tidak ada komentar: