Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

04 Januari 2012

Belajar 'Menjadi Guru' dari Ustad Daerah Terpencil

Ini adalah testimoni sebuah pengalaman yang menginspirasi kami yang ada di sekolah. Yaitu belajar karakter dari seorang ustad yang pernah bertugas di daerah terpencil di suatu desa, Solang namanya, yang ada di Pulau Seram, Maluku.  Sebuah desa yang harus ditempuh selama belasan jam dengan naik kaal kayu dari Ambon, untuk kemudian perjalanan air masih terus harus dilanjutkan dengan naik ketin-tin, kapal yang lebih kecil lagi, untuk sampai ke desa itu. Sebuah desa yang belum tersentuh oleh pembangunan infrastruktur jalan ketika dia datang di awal tahun 2010 yang lalu. Itulah utad Yusman, guru kami tentang  karakter sebagai guru, yang juga adalah yang pendidik.

Pelatihan untuk Sebuah Inspirasi

Sebuah keputusan yang kami ambil secara aklamasi untuk memilih Pak Ustad tersebut guna memberikan testimoni selama menjalankan amanah dakwah yang dibebankan kepadanya oleh lembaga dimana ia mengabdikan dirinya. Ini untuk menginspirasi kami, yang adalah juga guru di sekolah.

Karena, sebagaimana program yang kami miliki, maka pada awal semester genap tahun pelajaran 2011/2012 ini, yang akan menjadi fokus belajar kami adalah pembelajaran karakter. Ada tiga pilihan yang semula kami miliki. Ketiga pilihan itu adalah; Satu, meminta salah seorang guru sebagai nara sumber untuk bercerita bagaimana pelaksanaan pembelajaran karakter yang terjadi di sekolahnya. Disini, kami ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran yang terjadi di sekolah IB. Kedua, Mengundang nara sumber yang kami kira memilki mompetensi untuk memberikan pelajaran kepada kami. Ketiga, mengundang tokoh inspiratif untuk kemudian menjadi pembanding bagi kami yang bergelut di sekolah. Dan teman-teman di sekolah sepakat untuk memilih pilihan yang ketiga.

Mengapa menginspirasi? Karena dalam kisahnya, yang harus hidup bersama istrinya di sebuah desa yang jauh dari pasar dan keramaian serta sinyal seluler, ia tidak saja hanya menjadi seorang guru yang memberikan pelajaran agama kepada masyarakat yang membutuhkannya, tetapi juga menjalankan fungsi lainnya dari sisi manusia. Seperti, memberikan motivasi kepada seluruh warga untuk meninggalkan kebiasaan malas dan senang bercengkerama, memberikan nasehat kepada warga untuk selalu bekerja keras dan tidak sering mengeluh untuk bisa meraih mimpi hidup yang lebih baik, juga memberikan keteladanan manakala harus membuka ladang dan membuat lahan guna menanam berbagai jenis sayuran, melatih warga untuk mampu menjual hasil pertaniannya, termasuk pula tabah dalam menjalani semua jenis tantangan dan hambatan untuk tinggal jauh dari sanak keluarga.

Dari sosok dan perjalanan hidup yang telah dijalaninya  ditempat tugasnya itu, kami menjadi jauh lebih dapat menakar akan ikhtiar, kesusahan, hambatan, tantangan, serta harapan yang selama ini kami lakukan, alami, dan hayati bersama teman-teman di sekolah kami sendiri. Kami, khususnya saya sendiri, dapat dengan jernih melihat bagaimana harus mampu membawa diri dalam sebuah perjalanan untuk memperjuangkan ketercapaian tujuan bersama kami. Dari dengan apa yang disampaikan dalam testimoninya, ukuran saya tersebut ternyata jauh labih kecil dari apa yang telah dialami dan dilakukan ustad tersebut. Tai bukan malu yang harus saya punyai untuk sekarang ini, tetapi mawas diri. Mungkin inilah inspirasi yang saya dapt petik setelah kegiatan itu berlangsung.

 Jkt, 4-5 Januari 2012.

Tidak ada komentar: