Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

30 April 2016

Menemani 'Perubahan' Guru #21; Menentukan Arah

Ketika kami mencoba duduk bersama untuk mendiskuikan akan seperti apa wujud dan operasional dari sekolah yang kita impikan, maka semua peserta diskusi memiliki gambaran impian yang berbeda-beda. Namun demikian, semua sepakat bahwa sekolah yang diimpikan adalah sekolah yang berkualifikasi nasional plus. Maksudnya adalah sekolah yang barada pada level di atas sekolah dengan standar nasional. Maka seperti apa sekolah tersebut?

Masing-masing masih memiliki gambaran sendiri wujudnya. Sampai akhirnya disepakati bahwa sekolah impian tersebut harus berawal dari pemahaman yang sama tentang apa itu sekolah dengan standar nasional. Maka kesepakatan tersebut mengerucut kepada penugasn saya untuk mempersiapkan presentasi ringkas berkenaan dengan Sekolah Standar Nasional dalam pertemuan rapat berikutnya. Jadilah presentasi tersebut dengan acuan pokoknya adalah ketentuan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Lalu apa tahapan berikut setelah pemahaman yang sama yang diinginkan pemerintah berkenaan dengan sekolah nasional tersebut? Kami harus melakukan peninjauan ke lapangan terhadap sekolah-sekolah yang ada. Kami pilihlah sekolah-sekolah, utamanya sekolah dengan status sebagai sekolah swasta, untuk melakukan pembandingan. Hal ini perlu sekali mengingat apa yang ada dan terdapat dalam ketentuan sebagai sekolah standar nasional menitik beratkan tentang keberadaan fisik sekolah. Padahal kami juga menginginkan bagaimana postur SDM dan oprasionalisasi sebagai standar nasional sekolah tersebut.

Dalam peninjauan tersebut kami banyak sekali mendapat peandangan yang lebih kepada proses operasional, selain fisik sekolah. Informasi ini justru menjadi bagian yang sangat menunjang pemahaman kami terhadap sekolah impian kami tersebut.

Selain melakukan kunjungan langsung kepada lembaga sekolah yang kami inginkan, kami juga melakukan sedikit penelitian terhadap lembaga sekolah swasta lain secara virtual. Dan ini menjadi bahan bantuan yang luar biasa berharganya. 

Pengetahuan dan pemahaman yang telah sama-sama kami kumpulkan tersebut akhirnya memberikan kepada kami bayangan dan gambaran yang relatif sama terhadap profile sekolah impian kami. Dan dari sinilah kami mencoba membuat parameter-parameter. Baik yang berkaitan dengan aspek sarana dan prasaranya, serta yang lebih penting dari semuanya adalah model dan arah.

Dalam tahap arah dan modelnya, maka dirumuskan bagaimana profile guru dan juga bagaimana profile siswa. Dan dalam dua hal inilah kami benar-benar membuat pembanding untuk menentukan bahwa koordinat yang memang impian kami adalah titik dimana memang yang menjadi tujuan bagi semua sekolah yang ada dalam koridor nasional.

Dalam dan dari dua aspek itu juga akhirnya kami dapat merumuskan profile sekolah impian. Lalu bagaimana merealisasikannya? Ini menjadi bagian penting lain yang ada dalam agenda kami, yang ternyata justru meminta perhatian kami lebih besar dan lebih intens. Semoga.

Jakarta, 30 April 2016.

Tidak ada komentar: