Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

15 April 2016

Mudik 2016 #5; Membeli Buku

Ada yang tertinggal yang belum saya catat dalam lembaran saya ni tentang kegiatan yang saya lakukan saat mudik ke Purworejo-Jogjakarta awal tahun 2016 ini, yaitu membeli beberapa buku di Jogja Book Centre, yang menjadi salah satu agenda tetap di setiap mudik saya. Dan ini saya lakukan hari kedua ketika saya sampai di kampung halaman. Atau begitu saya sampai di Jogjakarta, maka ketika turun bus di Gamping, saya lanjutkan perjalanan dengan menumpang bus kota dan turun di perempatan titik nol kota Jogjakarta. Dari perempatan ini saya berjalan menuju Taman Pintar. Karena lokasi kios buku yang menjadi langganan saya ada di belakang Taman Pintar, yang bersebelahan dengan Taman Budaya Jogjakarta.

Kios buku di lokasi ini menjadi langganan saya hampir setiap saya membeli buku, selain karena lengkap dengan buku apa saja yang saya sebutkan ada, asli, dan juga dengan memberikan potongan harga. Dan potongan harga ini hampir tidak akan pernah saya dapatkan ketika saya datang ke toko buku besar sekalipun. Maka ketika kali pertama saya berkenalan dengan kios buku ini, sejak itulah saya jatuh hati.

Oleh karena itu, ketika saya mempunyai rencana mudik, pergi ke kios buku yang ada di samping Taman Budaya itu menjadi agenda wajib. Dan saya telah mempersiapkan jilid-jilid buku yang akan saya beli sebagai pelengkap jilid buku yang telah ada sebelumnya. Sepertinya misalnya buku-buku yang berjilid-jilid, yang tidak akan saya dapat membelinya sekaligus 20 jilid buku yang ada. Tetapi dengan cara mencicil itulah maka kelengkapan jilid buku yang saya cari menjadi lengkap.

"Jilid 8 nya sedang kosong Pak." Kata penjaga, mungkin juga adalah pemilik kiosnya, kepada saya suatu saat ketika saya datang ke kiosnya yang berlokasi di deretan depan. Memang saya tahu kalau buku yang saya cari ini sebenarnya bukan stok asli kiosnya. Karena kiosnya menyediakan buku-buku selain buku-buku agama. Tetapi karena keseringan saya untuk selalu datang ke kiosnya, maka saya meminta tolong kepada untuk mencarikan semua buku yang menjadi kebutuhan saya.

"Coba tolong carikan ke temannya yang lain Mas. Sampai ketemu." Kata saya kepadanya. Dan benar juga, bahwa buku pesanan saya itu memang benar-benar kosong. Artinya, semua kios yang ada di kios buku yang ada di Jogja Book Centre itu kosong.

Apa daya tarik lain selain potongan harga dari harga bandrolnya? Sampul plastik. Inilah daya pikat lainnya. Buku-buku yang saya beli di kios itu akan langsung diberi sampul plastik yang rapi, bagus dan berkualitas. Dengan kondisi buku yang telah terplastik ketika saya membeli, membuat saya tinggal memberi identitas buku tersebut begitu sampai rumah. Lumayan bukan?

Jakarta, 15 April 2016.

Tidak ada komentar: