Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

23 April 2014

Pilpres 2014 #1; Belajar Memilih Presiden

Sebagai bagian dari masyarakat kebanyakan, saya tentu akan menjadi bagian dari butiran angka pemilih saja pada agenda pemilihan presiden RI di tanggal 9 Juli 2014 nanti. Dan kalau ada embel-embel 'jabatan' yang saya sandang tidak lain selain menjadi anggota nomor 3 di KPPS yang kebetulan akan berlokasi di halaman rumah salah seorang dari warga yang ada di RT kami. Selebihnya tidak ada.

Namun dari posisi inilah saya dan anggota keluarga berdiskusi tentang nama-nama pelamar sebagai calon presiden. Seperti Pak Jokowi, Pak Ical, Pak Prabowo, Pak Wiranto, Pak Rhoma, atau mungkin ada yang lain yang belum saya sebut. Nama-nama itu yang memang sudah menjadi berita di koran atau surat kabar. Akan seperti apa nanti yang sesungguhnya menjadi calon presiden pada Pilpres tanggal 9 Juli nanti, masih belum pasti. 

Ini karena perhitungan suara Pileg yang telah berlangsung tanggal 9 April 2014 lalu masih dalam proses hingga hari ini. Dan para calon yang ada itu beberapa diantaranya telah getol berjuang bersama timnya untuk dapat benar-benar menjadi calon. Para calon itu sedang berjuang untuk mendapatkan boarding pass menjadi calon. Begitu kira-kira yang diberitakan di surat kabar.

Karena masih menjadi bursa calon, maka sebagai calon pemilih, saya memulai juga mengumpulkan ancang-ancang guna menemukan argumentasi bagi saya atau kami di keluarga untuk menjatuhkan pilihan. Dan inilah masa yang saya menganggapnya tidak remeh. Karena informasi yang ada di seputar para calon itu akan menjadi pertimbangan saya.

Sayangnya, hingga sekarang ini, saya dan mungin juga Anda, mendapatkan berita dari akses yang kita dapat dari media. Inilah yang membuat saya sendiri kurang valid untuk menjadi pijakan dalam menentukan pilihan.

Ini tidak lain karena saya meyakini bahwa apa yang tertulis di halaman berita bukanlah materi berita yang primer. Oleh karenanya, sulit menjatuhkan pilihan dari sebuah berita sekunder atau bahkan tersier untuk seorang yang akan menjadi imam saya sepanjang lima tahun ke depan.

Setidaknya, itulah pendapat saya...

Jakarta, 23 April 2014.

Tidak ada komentar: