Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

30 April 2014

Pileg 2014 #11; Pelajaran dari Keberhasilan Caleg karena 'Beramal'

Hari-hari ini, untuk kepastian dari para calon legislatif di beberapa Provinsi, sudah benar-benar nyata terlihat. Ini karenaperhitungan telah berada pada tataran nasional di KPU pusat. Maka seperti dialog saya dan teman-teman, tentang berbagai hal dan kejadian yang telah berlalu berkenaan dengan para caleg. Baik para caleg yang berhasil masuk menjadi anggota dewan atau yang gagal. Pada dua pihak itu ada beberapa anekdot yang menjadi menarik perhatian kami sebagai rakyat. Terlebih dengan begitu terbukanya arus informasi. Maka berbagai kejadian atas implikasi keberhasilan dan kegagalan menjadi bagian dari berita di media.

"Tokoh itu memang jauh sebelumnya sudah benar-benar berada di masyarakat. Dia terlibat aktif membantu masyarakat yang ada di sekitarnya. Yang kebetulan memang menjadi dapilnya di DPRD. Maka ketika ia menjadi caleg, masyarakat sudah tidak asing lagi kepada dia." Begitu serang teman saya memberikan analisa dari hasil bincang-bincangnya dengan beberapa temannya di luar saya.

Analisa teman yang dia sampaikan kepada kami, termasuk di dalamnya saya, menjadi titik pusat dari perbincangan disela waktu kami memanfaatkan waktu istirahat dengan meminum secangkir kopi panas. Juga ada beberapa analisa dari teman yang lain tentang para caleg yang gagal atau juga yang berhasil dalam diskusi informal kami itu. Namun saya kurang dapat menyimaknya. Dan oleh karenanya, saya tidak menjadikannya sebagai ide yang menggelitik yang melahirkan catatan saya yang kesebelas dalam pemilu legislatif tahun ini.

Ini tidak lain karena ketika kami berada dalam sebuah ruangan dan aktu yang berbeda, yang tentunya juga dalam momen yang lain, saya menjadi terkesiap ketika seorang teman membacakan kalimat, yang menjadikan saya begitu terngiang atas kalimat teman tentang keberhasilan seorang calon legislatif seperti yang saya kutip diatas. Kalimat teman itu lebih kurang saya tulis adalah; bahwa amal yang tulus ikhlas kan menjadi sebuah biji yang menumbuhkan tujuh tangkai. Yang masing-masing tangkainya terdapat seratus biji.

Atas kalimat itulah saya mencoba membuat korelasi antara dua cerita atau pernyataan yang berbeda tersebut. Ini karena teman saya menyatakan bahwa keberhasilan seorang caleg yang dikenalnya itu antaralain karena rangkaian panjang sebelum pelaksanaan pileg. Sehingga nama si caleg tersebut menjadi membekas bagi para pemilih. 

Justru, atas keberhasilannya itulah saya berpikir bagaimana fatsun yang seharusnya menjadi panduan agar kegiatan baik itu menjadi sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai dan seterusnya? Inilah pelajaran berharga yang dapat saya petik dari keberhasilan seseorang. Alhamdulillah.

Jakarta, 30 April 2014.

Tidak ada komentar: