Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

10 April 2014

Pileg 2014 #8; Membuat Berita Acara

Salah satu kegiatan bagi para petugas KPPS di saat Pemilu apapun, termasuk Pemilu Legislatif dan DPD tahun 2014, adalah membuat berita acara. Berita acara tersebut merupakan kompilasi dari keseluruhan hasil pelaksanaan Pemilu.

Dalam rangka membuat berita acara dengan form yang sudah disediakan itu, buat saya pribadi, sudah merupakan pengalaman bertahun-tahun lalu, ketika saya menjadi pengawas Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional yang disingkat Ebtanas, yang sekarang berganti baju dengan nama Ujian Akhir Nasional. Dimana sebagai pengawas ruang Ebtanas, saya harus membuat laporan tertulis yang antara lain berisikan jumlah soal ujian yang kami terima dari dalam amplop, jumlah peserta yang mengikuti ujian, serta berbagai informasi yang terkait dengan pelaksanaan ujian saat itu.

Maka demikian juga dengan pelaksanaan Pemilu. Pada pembuatan laporan hasil Pileg tahun 2014 ini, informasi yang saya dapatkan dari petugas, bahwa kami diwajibkan untuk membuatnya dalam  jumlah 17 rangkap. Namun setelah mendengar dari beberapa informasi, termasuk dari KPU di kelurahan, hasil laporan hitungan yang harus dikumpulkan cukup 5 bundel atau 5 set saja. Plus untuk keperluan TPS dan para saksi. Dengan demikian, kita semua dapat melihat berada dimana posisi kepentingan dari pembuatan berita acara tersebut. 

Dan seperti juga pada pelaksanaan Pemilu sebelumnya, sejak TPS dibuka pukul 07.00, kami telah membuat serapi mungkin data-data yang pada akhirnya nanti menjadi isian di lembar berita acara. Tetapi entah bagaimana, beberapa data yang seharusnya kami telah buat rapi itu buyar begitu surat suara DPR RI kami buka bersama degan disaksikan oleh para saksi dan khalayak. Alhasil, ketidak telitian kami dalam menyimpan data jumlah pemilih di DPT sulit kami sinkronikan dengan datang pemilih, yang tidak memilih, yang memilih dengan benar, dan juga yang memilih tetapi masih harus dianulir.

Ketidak harmonisan dalam mencatat angka-angka tersebut berdam[ak pada durasi membuka kotak suara berikutnya. Maka katika kami menyelesaikan perhitungan suara pukul 20.00, proses berikut yang semestinya mulus menjadi banyak terhambat.

Bersyukur bahwa pada pukul 23.30, ketika kami bertemu dengan para petugas KPPS yang bertugas di yang ada TPS  lain, sedang mengantri untuk mengmulkan hasil tugas kami dalam Pilleg.

"Semua data yang Bapak hitung dalam laporan Pileg benar Pak. Selamat ya Pak!" Begitu kata Ketua KPU kelurahan tanpa memberikan masukan sedikit pu atas tugas kami.

"Selamat ya Pak!"

Kami, saya dan dua teman dari TPS yang sama, meninggalkan ruangan aula milik kelurahan yang menjadi kantor KPU tersebut, yang masih lumayan ramai oleh teman-teman dari KPPS TPS lain, yang masih terdapat kekeliruan atau kekuranglengkapan dari laporan mereka. Saya itu waktu sudah menunjukkan puluh 00.30. Yang berarti telah berganti hari!

Jakarta, 10 April 2014.

Tidak ada komentar: