Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

28 April 2014

Guru Nasionalisme Kami Berpulang

Sebagaimana ditulis oleh halaman koran on line Republika pada hari ini, bahwa Idris Sardi, sang Maestro Biola kita telah berpulang. Beginilah paragraf pertama koran itu menyampaikan beritanya; REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Innalillahi wa'innailaihi raji'un. Sang maestro biola Idris Sardi (76 tahun) yang sempat kritis akibat komplikasi penyakit yang dideritanya telah berpulang ke rahmatullah. Idris Sardi wafat pada Senin 28 April 2014, pukul 07.28 WIB di Rumah Sakit Meilia, Cibubur, Depok, Jawa Barat (Jabar).

Berita ini tentu berita yang mengegetkan kami yang berada di sekolah. Ini karena pada saat memperingati hari Sumpah Pemuda pada tahun 2012 yang lalu, beliau hadir dan memainkan biolanya dengan sempurna di hadapan kami semua. Siswa kelas 5 dan kelas 6 SD, serta juga seluruh siswa SMP, guru-guru, beberapa orangtua siswa, pengurus Yayasan kami.

Pada saat itu, beliau berada di panggung dengan support yang luar biasa dari putrindanya, Ibu Santi Sardi. Juga ada dua tokoh yang kebetulan juga adalah orangtua siswa kami, Musikus Rap Iwa K, dan politikus DPR Bapak Dedi Gumelar. 

Berikut adalah bagaimana beliau tampil di panggung kami pada saat perayaan hari Sumpah Pemuda, sehingga tidak salah jika pada kala itu kami sedang belajar nasionalisme, belajar tentang betapa bangganya kami sebagai bagian dari Indonesia, dari permaianan biola beliau tentang Indonesia. Selamat tinggal Guru Nasionalisme kami. Semoga Allah melimpahkan RahmatNya untukmu di hari-harimu berikutnya. Amin. 
Sang Maestro didampingi oleh musikus rap, Iwa K.
Sang Maestro memainkan biolanya di hadapan kami. 
 Kami tertunduk karena kesyaduan dari alunan biola Sang Maestro

 

Tidak ada komentar: