Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

07 April 2014

Cerita Alumni tentang Wayang

Siang ini, sembari menunggu giliran jamaah di musholah, saya bersama dengan dua alumni SD yang sekarang duduk di bangku kelas VIII SMP, menjadi pendengar pasif dari salah satu alumni itu, yang terlbat diskusi tentang cerita wayang. Pertemuan dua sahabat yang merupakan alumni satu angkatan tersebut menjadi kesempatan yang sangat langka. Ini karena keduanya menempuh pendidikan di bangku sekolah yang berbeda. Meski keduanya berada di tingkat kelas yang sama.

"Saya janjian sama dia Pak. Karena dia katanya berminat untuk mengetahui tentang cerita wayang. Jadi kami ketemuan di sini." Jelas salah satu dari dua rakan tersebut. Yang memang sejak duduk di bangku SD telah begitu besar minatnya kepada dunia pewayangan. Dan salah satu buktinya adalah dengan seriusnya anak itu ikut serta belajar sebagai dalang. Oleh karenanya, tidak salah jika sahabatnya menjadikannya guru tentang pewayangan.

"Saya senang sekali Pak kalau ada siapa saja yang juga senang kepada wayang. Makanya saya bawakan dia buku komit wayang yang bercerita tentang  Ramayana dan Mahabarata." lanjutnya penuh semangat. Tentunya dengan logat yang di-Jawakan. Dimedokkan.

"Tepat sekali kalau kamu belajar wayang. Karena memang asal usul mu adalah dari Suruh, Jawa Tengah. Tentu akan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orangtuamu, khususnya Ayah,  jika kamu belajar wayang." tambah saya kepada yang satunya sebagai penyemangat.

Dan setelah tanya jawab yang singkat ketika awal kami bertemu itu, maka percakapan menjadi bagian dari dalang cilik kami itu. Sesi pelajaran pertama tersebut harus kami akhiri ketika jamaah harus segera dimulai. Dan kami kembali lagi ketika jamaah telah selesai.

Dan komentar saya tentang dua alumni itu adalah kekaguman yang tulus. Kepada si dalang, saya benar-benar kagum atas ilmu pengetahuannya yang luar biasa mumtaz tentang kashanah dunia perwayangan. Kepada penguasaan seluruh tokoh dan kisah ceritanya. Luar biasa.

Dan kepada anak yang sedang berguru kepadanya, saya juga tak kurang akan kagumnya. Mengingat perubahan yang begitu besarnya terhadap minat dan perilakunya setelah mennggalkan kami selama dua tahun ini. 

Meski keduanya masih duduk di bangku kelas VIII, SMP, aura yang saya dapatkan selama mereka berdua asyik berdiskusi tentang wayang, saya mendapatkan kesan yang begitu positif bahwa keduanya adalah anak-anak yang memberikan harapan baru tentang masa depan yang baik. Semoga.

Jakarta, 07.04.2014.

Tidak ada komentar: