Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

23 Mei 2013

Ada Sampah di Tengah Alun-Alun

Tumpukan sampah di sebuah lokasi wisata di Yogyakarta.
Ada sepenggal catatan perjalanan tentang sampah, di sebuah lokasi wisata yang seharusnya menyuguhkan keluhuran perilaku, termasuk di dalamnya bagaimana bersikap kepada sampah.
Inilah sebuah cerita tentangnya, ketika menemani teman untuk 'berkeliling' di seputar area Malioboro pada akhir pekan pertengan Mei ini. Maka setelah berputar-putar tak tentu arah disekitaran Jalan Malioboro, maka saya mengajak teman untuk berdiri sejenak menonton Wayang yang ada di sebuah gedung seni yang bersebelahan dengan Kantor Bank Nasional seberang Kantor Pos besar Yogyakarta. Dan di lokasi lapangan utara itulah kami berhenti sembari menikmati minuman hangat bandrek.

Di lokasi itulah saya dan teman-teman perhatiannya terantuk kepada tumpukan sampah sisa makanan jualan yang memang berderet memanjang di sebuah jalanan konblok yang berada di tengahsebuah lapangan yang tidak jauh dari arah Jalan Malioboro. 

Memprihatinkan karena lapangan ini kemudian seperti beralih fungsi; sebagai tempat jajanan yang tampaknya selalu berkembang pesat selain di sepanjang trotoar yang ada di sepanjang Malioboro, setelah sebelumnya hanyalah lapangan rumput hijau. Walau sesekali saya melihatnya sebagai lokasi cadangan bagi parkir kendaraan besar wisatawan.

Dan dari alih fungsi sebagai lokasi jajanan itulah yang menjadi pemicu utama bagi bertambahnya lokasi penumpukan sementara sampah sisa pembungkus makanan dan makanan yang mayoritaskan berbahan dari plastik.

Tapi barangkali saya sebagai pengunjung dadakan yang salah. Karena sangat mungkin sebelum pagi menjelang bisa jadi para pegawai kebersihan selalu mengangkut sampah-sampah yang ada di tengah alun-alun itu pada setiap harinya. Mungkin. Dan kalau demikian, lalu apa kontribusi para pedagang yang menjajakan dagangan di sepanjang pedestrian yang dibangun persis di tengah alun-alun dari ujung utara ke ujung selatan tersebut?

Atau bisa jadi saya salah...

Jakarta, 22 Mei 2013.

Tidak ada komentar: