Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

23 Mei 2013

Gula Jawa Mas Paino

Saya sungguh menyempatkan diri untuk mendatangi kerabat saya yang memang bertetangga di kampung halaman. Beliaulah yang selama ini menjadi supplier tetap dari gula jawa, yang kami jadikan sebagai oleh-oleh keluarga besar, ketika kami kembali ke Jakarta. Dialah Mas Paino. Menderes beberapa bunga kelapa miliknya setiap pagi dan sore hari. Dari hasil deresan itulah, sebagai bahan dasar bagi Mas Paino dalam membuat butiran gula merah dengan tanpa pengawet setetes pun. Sebuah brand yang nampaknya banyak ditingalkan oleh kebanyakan tetangga saya di kampung yang juga memproduksi gula merah. 

Sebuah paradog hanya karena tuntutan efisiensi. Namun jauh dari itu, pragmatisme itulah yang menjauhkan hasil kerajinan tersebut dari karakter dan cita rasa aslinya. Karena untuk alasan itulah barangkali yang membuat keluarga besar kami di Jakarta, merindukan selalu dengan oleh-oleh yang kami bawa dari kampung halaman. Meski itu hanya bernama; Gula Jawa Mas Paino!

Sehingga bukan saja pada rasa manisnya, tetapi juga ternyata pada komitmennya untuk tidak mengikuti arus budaya instan yang sedang menerjang seluruh sendi kehidupan; pikiran dan gaya hidup, berupa pragmatisme.
 
Legen, cairan hasil sadapan kelapa setengah matang di atas tungku.
Ketika pertemuan itulah, saya juga ingin sekali merasakan legen setengah matang yang sedang dimasak di atas tungku di dapurnya. Sebuah citarasa manis yang tidak lagi serupa dengan legen, atau juga belum persis sama dengan rasa Gula Jawa. Rasa yang khas. 
Segelas minuman dengan sirup legen.
Jakarta, 22 Mei 2013.

Tidak ada komentar: