Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

22 Mei 2013

Mengejar Idealisme, Untuk Mendapat Apa?

Untuk apa mengejar sesuatu yang seharusnya dan semestinya terjadi tanpa memikirkan apa yang di dapatkan? Apakah ini bukan merupakan perjalanan hidup yang akan menjadi lebaran sejarah tetapi tidak akan memberikan topangan kepada ketegakan kemandirian ekonomi pribadi?

Mungkin inilah lontaran pertanyaan yang terus menerus menggelayut di dalam benak dan pikiran saya ketika sutau hari saya menyaksikan bagaimana tidak mudahnya merealisasikan sebuah idealisme dengan perjuangan yang total di sebuah komunitas yang meski disana ada dukungan namun sama sekali tidak memberikan kontribusi secara langsung kepada kesejahteraan ekonomi pribadi?

Karena jika saya berpijak hanya kepada kenyataan seperti ini maka saya akan terus penasaran, mengingat dibagian lain dari sisi hidup yang menunjukkan bagaimana orang dari sebagian kita yang mengada-adakan sebuah aktivitas hanya demi sebuah brand yang mungkin saja dapat bernama anggota parlemen atau bran lan yang sejenis? 

'Ruang pertemuan' yang menjadi bagian integral dari sebuah usaha membumikan indealisme.
Belajar dari Muhammad Yunus

Apa yang menjadi kegiatan dari beberapa tokoh idialis yag terus menerus melakukan usaha dan aksi dalam rangka membumikan idialismenya itu, mengingatkan apak yang dilakukan oleh tokoh besar di Banglades, yang memperoleh Nobel beberapa tahun lalu. Ialah Muhammad Yunus, yang namanya juga menjadi baian dari ikon kebiasaan ke-8 dari kebiasaan orang-orang suksesnya Stephen R Covey.

Dari sini pula saya belajar tentang bagaimana rasa peka dan empati itu seharusnya mengalir...

Jakarta, 22 Mei 2013.

Tidak ada komentar: