Dan setiap langkah kami akan mulai dengan mendiskusikan alternatif serta solusi bagi pengembangan, fakta akademis yang ada diantara kami ini terus saja menghantui kami.
Beberapa teman sempat mengingatkan kami agar melihat bahwa orang-orang yang menjadi sasaran bidik kami itu adalah orang-orang yang memiliki jasa atas besarnya lembaga kami. Dimana mereka, ketika awal sekolah kami berdiri, direkrut dengan tidak perlu menjadi seorang sarjana.
Juga komentar dari mereka sendiri bahwa, mereka datang ke lembaga kami ketika lembaga ini halamannya masih belum sebaik dan serapi sebagaimana sekarang.
Esensi dari apa yang mereka sampaikan adalah, jangan mentang-mentang lembaga ini sudah besar sehingga melupakan jasa mereka. Sehingga manakala tuntutan akademis harus menjadi prasyarat bagi pengembangan sekolah, dan mereka menganggapnya hal ini justru sebagai hambatan karena ketidakmauan atau mungkin ketidaktahuan dan kesungkanan mereka untuk memulai malanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, maka kami membuat tuntutan yang diangapnya sebagai bentuk tidak menghargai jasa yang telah mereka kontribusikan.
Jasa?
Dan ketika kami bersama manajemen lain yang memegang amanah dari lembaga sedang sibuk untuk menemukan jalan bagaimana mengajak teman tersebut memenuhi syarat akademis dengan cara melanjutkan pendidikan, benak saya berbicara lain.
Bisakah berjasa jika dalam setiap bulannya lembaga telah membayar tunai ikhtiar dan kerja kita sesuai dengan apa yang telah disepakati bersama dalam bentuk kesepakatan kerja sebelumnya? Pikir saya. Bisakah saya mengatakan bahwa saya berjasa di lembaga saya ini jika lembaga telah tunai membayar saya sebagaimana yang tertuang dalam surat perjanjian kerja?
Saya tidak menemukan jawaban. Namun saya mencoba untuk berlogika bahwa, jika dalam saya bekerja saya juga menyertakan nilai transendental, maka saya tidak akan pernah satu kalipun mengatakan bahwa saya telah berjasa. Biarlah Allah yang menilai apakah saya berjasa atau tidak dikelak kemudian hari.
Karena dengan apa yang telah saya ikhtiarkan kepada lembaga dimana saya mengabdikan kompetensi saya, dan lembaga telah memberikan apa yang tertulis dalam kontrak kerja yang telah saya sepakati sebelum saya menunaikan perkerjaan yang menjadi tugas saya di lembaga ini, bukanlah ini berkorelasi sama dengan? Bukan lebih besar atau lebih kecil?
Allahu'alam bishawab.
Jakarta, 23 November 2009.






