Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

01 April 2011

Silent Reading


      Menjadi suka dan gemar membaca, adalah sebuah kompetensi yang relatif kurang menjadi perhatian bagi sekolah. Hal ini terindikasi dari sepinya kegiatan Perpustakaan Sekolah. Dimana perpustakaan sering menjadi bagian yang tidak diberdayakan. Selain itu juga karena pengurus perpustakaan sebagian besar tidak memiliki kompetensi tentang keputakaan (Kompas, 2 April 2011).   
     Bagaimana kami di sekolah melakukan pemberdayaan terhadap kompetensi membaca pada para peserta didik kami? Inilah barangkali yang akan saya sampaikan kepada pembaca tentang ikhtiar yang telah kami lakukan. Kami menamakan apa yang kami programkan tersebut dalam kegiatan silent reading.
      Silent Reading di sekolah kami menjadi kegiatan rutin harian. Kegiatan ini tidak lain memiliki tujuan:
·      Menumbuhkan dan mengembangkan minat baca. Baikbacaan fiksi atau non fiksi.
·      Menjadikan membaca sebagai bagian hidup yang tidak terpisahkan,
·      Menjadikan kebiasaan membaca sebagai proses menjadi pembelajar sepanjang hayat,
·      Membaca sebagai wahana untuk menemukan minat dan bakat siswa. Dengan cara melihat topik buku yang menjadi pilihan/minat utamanya.
·      Memunculkan pembaca aktif dan kritis serta inovatif.
   Yang menjadi sasaran kegiatan membaca adalah seluruh komunitas sekolah tanpa terkecuali. Mereka itu adalah:  siswa, guru, karyawan, orangtua siswa.
   Strategi yang kami putuskan untuk berjalannya kegiatan ini adalah membuat kebijakan sekolah dalam bentuk:
·    Plotting waktu dari TK-SMP
·    Catatan buku yang dibaca siswa
·    Kerja sama dengan perpustakaan
·    Memasang slogan tentang gemar membaca atau semua hal yang berkaitan dengan kebiasaan membaca.
     Bagaimana pelaksanaan dalam bentuk plotting waktu tersebut? Yaitu mengalokasikan waktu selama 10 menit setiap hari dalam bentuk silent reading. Dengan tanda bel. Pembagian waktu antara lain:
       PG         : 09.30-09.45
TKA        : 10.30-10.45
TKB        : 10.55-11.15
SD 1-2    : 10.10-10.20
SD 3-6    : 12.55-13.10
SMP 7-9 : 12.40-12.50 hari Senin-Kamis
                   11.40-11.50 hari Jumat
    Setiap hari Senin-Jumat. penanggung jawab tersebut pada tingkat kelas adalah guru yang mengajar pada mata pelajaran berikutnya.
    Apa yang dilakukan siswa selama dalam waktu yang telah dialokasikan tersebut? Kegiatan yang dilakukan siswa adalah:
·    Membaca buku dari rumah masing-masing. Berbentuk buku naratif dan bukan komik. Fiksi atau non fiksi,
·    Dalam plot waktu yang telah ditentukan, semua komponen melakukan kegiatan membaca untuk membentuk antmosfer yang kondusif.
·    Pada akhir tahun pelajaran guru memberikan record buku yang telah dibaca dan minat serta bakat siswa kepada pihak orangtua atau sebagai catatan tambahan dalam komentar prestasi siswa.
·    Bagaimana kita memberikan motivasi bagi para pembaca tersebut? Bentuk dorongan yang dapat diberikan oleh guru dan juga para orangtua siswa  terhadap kebiasaan membaca pada siswa:
·    Guru dan juga orangtua dapat bertanya dan berdialog dengan siswa: Apa buku yang kamu baca? Kamu suka dengan buku itu? Bagian mana yang kamu suka dari buku itu? Mengapa kamu suka buku itu? Apa yang kamu pelajari dari buku itu? Hal apa yang dapat kamu jadikan pelajaran?
·    Melihat catatan buku yang telah dibaca,
·    Memberikan kesempatan kepada siswa untuk sharing/bercerita tentang buku yang dibaca di kelas,
·    Memberikan penghargaan verbal kepada siswa
·    Memberikan AWARDS,
·    Memberi contoh sebagai figur yang gemar membaca.
Jakarta, 1-2 April 2011.

Tidak ada komentar: