Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

17 April 2011

Memotong Batang Pohon

Pagi itu, Sabtu tanggal 16 April 2011, saya berolah raga pagi dengan kegiatan memotong batang pohon jambu yang sehari sebelumnya baru saja di tebang oleh Mas Taryo, tukang sayur yang menjadi langganan keluarga kami. Ini menjadi kegiatan awal saya hari itu. Batang pohon yang masih basah itu saya potong menjadi lebih kcil-kecil atau lebih pendek lagi dari ukuran sebelunya, dengan maksud untuk mempermudah saat kami mengangkut ketika truk sampah datang esok atau lusa hari.Juga, untuk mempercepat proses batang tersebut menjadi kering, dan yang terpenting adalah untuk kegiatan saya berolahraga. Yaitu melatih otot lengan tangan saya. Sebagai bagian untuk olah raga sesungguhnya.

Dalam foto ini saya ingin menunjukkan pada Anda, pembaca semua, tentang kebenaran dari kata-kata saya itu. Bahwa kesungguhnya, untuk memiliki badan sehat selayaknya petani yang bekerja keras di tanah yang digarapnya atau yang dimilikinya, menjadi cita-cita saya. Badan yang tidak saja sehat, tetapi juga liat hingga akhir hayat.
Karena batang pohon yang harus saya jadikan potongan lebih kecil dan pendek itu tergolong cukup besar menurut ukuran saya yang tinggal di Jakarta, maka pethel adalah alat potong yang saya pilih untuk dipergunakan. Sekedar tahu saja ya, bahwa pethel itu saya beli Desember 2010 lalu di Pasar Sentolo, Yogyakarta, saat saya pulang kampung.

Dan saya memilih ukuran pethel yang sesuai dengan ukuran badan saya. Tidak yang terkecil tapi juga bukan yang terbesar. Tapi saya minta mata pethelnya yang 'tua'.
Sesungguhnya pethel saya ini saya beli tidak hanya untuk memotong pohon yang ada di halaman rumah saja, tetapi juga untuk keperluan memotong atau mencacah tulang saat Idul Kurban.

Apakah ada yang bertanya; Mangapa Pak Agus mengerjakan ini semua sendiri dan tidak minta tolong orang lain?
Benar. Untuk melakukan Itu saya melakukannya sendiri. Bukankah sebelumnya saya sudah meminta Mas Taryo untuk memotong dahan-dahan ketika pohon masih tegak berdiri? Maka memperkecil ukuran batang pohon itu, sekarang menjadi bagian saya sendiri. Karena saya senang melakukannya, meski harus dibayar dengan bahu pegal pada keesokan harinya. Tapi saya bahagia.
Jakarta, 16-17 April 2011.

Tidak ada komentar: