Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

28 Oktober 2014

Pejabat Baru; Jalan ke Kampung Saya Nanti Bagamana ya?

Sangat sederhana bagi saya degan jabatan-jabatan baru yang baru saja diisi untuk lima tahun ke depan. Dan sebagai bagian dari masyarakat yag sederhana, harapan saya antara lain adalah bagaimana jalanan ke kampung saya ketika nanti saya mudik? Harapan ini pernah saya sampaikan dalam catatan sebelumnya, yaitu tentang bagaimana perjuangan saya dalam menempuh perjalanan dari Jakarta dan ke Purworejo, Jawa Tengah.

Bukan kendala saja yang saya sampaikan dalam catatan saya itu. Juga termasuk di dalamnya adalah mulusnya jalan-jalan. Namun ya itu, seperti ada ketidakkompakan  antara kondisi jalan di suatu wilayah dengan wilayah yang lain. Dan ini menjadi pertanyaan buat saya kala itu; Apakah daerah dengan kondisi jalan tidak berkuaitas tersebut memiliki penguasa?

Seperti misalnya ketika saya memilih jalan Pantura ketika saya keluar dari pintu tol Cikampek. Tidak semua ruas jalan itu bebas dan lancar untuk dilalui. Kadang ada di beberapa ruas jalannya yang mengharuskan kita bergantian melaluinya. Karena ruas jalan sebelah masih dalam proses pengerjaan. Hal ini menjadikan kami, pengguna jalan, haryus benar-benar membuang waktunya untuk antri. Ya benar, kami hanya antri di lokasisemacam itu. Namun meski antri, kami butuh waktu untuk menjalaninya.

Demikian pula ketika kami harus masuk di daerah Ketanggungan, Prupuk, tanjakan Tonjong, Bumiayu, bahkan hingga Masuk kampung halaman di Purworejo setelah kendaraan keluar dari Gerbang Pintu Tol Pejagan, laju kendaraan tidak dapat dipacu secara separtan dalam kecepatan lebih dari 60 km/jam. Harus terukur sesuai dengan kondisi jaan yang kadang miring, berundak karena tambalan, juga minim marka jalan dan rambu, utamanya spot ligth jika perjalanan di malam hari.

Deikian pula keadaannya ketika saat itu perjalanan mudik saya memilih rute Bandung, Rancaekek, Nagrek, Banjar, Wangon. Kondisi bagus dan nyaman ketika kami masih berada di wilayah Jawa Barat . Namun begitu masuk Jawa Tengah, maka marka yag tidak baru lagi menjadi hambatan untuk kami ketika perjalanan malam. Juga spot ligth yag tidak begitu bayak dipasang di setiap tikungan. Yang mengharuskan kita sebagai pengemudi harus tetap waspada dan hati-hati.

Oleh karena itu, dengan pejabatn baru, harapan saya untuk mudik hanyalah kondisi jalan yang nyaman. Dalam arti bahwa, saya dapat merasa menikmati jalanan sebagaimana seharusnya, atau selayaknya jalanan di dalam kota Jakarta. Tidak semua mulus memang, tetapi relatif enak berkendara. Apalagi ketika pukul 23.00. Semoga. Amin.

Jakarta, 28 Oktober 2014.

Tidak ada komentar: