Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

03 Oktober 2014

Membuat Berita

Dua hari lalu, saya membaca berita yang dimuat secara on line di media regional, yang koran cetaknya banyak dibaca oleh teman-teman yang tinggal di kampung halaman. Dari membaca secara online tersebut, saya selalu mendapatkan berita-berita daerah dan kampung halaman dengan lebih up date. Saya senang menengok kampung halaman di media on line tersebut selain karena untuk menghibur rasa kangen saya kepada kampung halaman juga karena berita yang dimuat tidak saja berita-berita kemalangan.

Sebagaimana pekan lalu, saya menemukan artikel tentang gula merah yang gagal sertifikasi karena dari kandungannya masih terpapar zat kimia. Dengan gagalnya sertifikasi itu, maka gula merah dari kampung halaman saya tidak dapat masuk pasar Eropa. Di jelaskan dalam artikel tersebut bahwa terpaparnya kandungan gula merah diduga berasal dari semprotan pembasmi hama yang dilakukan petani disekitar pohon kelapa yang dideres. 

Itu salah satu dari berita yag bagus dan menarik untuk saya simak. Juga tentang bagaimana aktivitas anak sekolah dasar negeri di kampung yang melakukan peringatan hari kesaktian Pancasila dengan cara mengenang perjuangan Jendral A Yani, yang kebetulan adalah putra dari daerah kami.

Dan yang menarik dari berita kedua itu, yang saya baca pada dua hari lalu itu, adalah inisiasi dari teman sekolah saya ketika di bangku SPG. Dialah guru dan Kepala Sekolah yang mengajak siswanya mengunjungi patung Jendral A Yani untuk mekletakkan rangkiaian bunga sebagai bagian dari peringatan Kesatian Pancasila tersebut. Bangga nama teman saya ada di dalam koran.

"Tidak hanya di koran on line Gus. Di cetak juga. Juga tayangan di tivi Jakarta. Ada beberapa stasiun tivi yang memberitakan kegiatan sya sama anak-anak." katanya di sore harinya ketika saya menjadi kengen teman saya yang memang wartawan itu. Setelah di pagi harinya saya sebarkan link berita tersebut kepada teman-teman yang ada dalam grup.

"Aku melu seneng yo." begitu kata saya memujinya.

"Nah itu saya buat kegiatan sama anak-anak karena teman-teman pemburu berita di kampung sedang sepi." begitu lanjutnya memberikan penjelasannya. Tentu saya semakin bangga lagi. Karena dengan seperti itu, ia memang Kepala Sekolah yang sekaligus berpikiran dagang.

Ternyata, selain pandai membuat kegiatan pembelajaran kepada anak-anak didiknya, sahabat saya ini juga pandai membuat berita. Hebat dan kagum saya dibuatnya!

Jakarta, 3 Oktober 2014.

Tidak ada komentar: