Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

31 Oktober 2014

Jam Kosong #4; Mengajar Puisi

Hampir 7 hari kerja pada pekan lalu, dua Mata Pelajaran yang ada di sekolah kami harus kosong. Ini tidak lain karena dua guru kami harus mendampingi sebagian anak-anak kami yang lain, yang berangkat untuk home stay di negera tetangga. Maka tidak ada pilihan yang bagus selain menjadikan kami sebagai guru pengganti. 

Walau kami mendapat pertolongan dari seorang teman yang mengajar di Bimbingan Belajar untuk dapat menggantikan salah satu guru kami yang menemani siswanya itu. Tetapi rupanya hanya satu guru saja yang dapat membantu kami. Dan itulah yang menjadi salah satu bagian dari mengisi jam kosong tersebut.

Jadilah saya mengisi jam pelajaran yang kosong, yang pada saat itu di kelas IX untuk Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Alhamdulillah bahwa saya, karena kegemaran, mengoleksi beberapa karya sastra, termasuk video para penyair yang sedang beraksi membacakan pusisinya, yang saya dapat dari internet. 

"Pak Agus mau ngajar apa untuk kita hari ini Pak?" Tanya seorang siswa sebelum saya selesai membuka dan menyalakan lap top. 

"Bagaimana kalau Pak Agus mengajar apa yang Pak Agus bisa?" Jawab saya.

Dan dialog tersebut tetap berlangsung sampai saya benar-benar siap memulai. Namun semua tampak normal-normal saja. Hingga saya memulai menyampaikan tentang unsur instrinsik sastra, sebelum akhirnya menyajikan video penyair yang membacakan puisi. Dan ini menjadi kegiatan yang membantu saya untuk membuat pelajaran puisi di siang itu menjadi tidak sekedar mengisi jam pelajaran kosong.

"Bapak ngajar lagi saja Pak di kelas kami. Ngajar Bahasa Indonesia juga tidak apa-apa." Begitu seorang akan menegur saya ketika saya akan masuk ke kelas VII untuk mengajar tentang ekonomi, yaitu Kegiatan Ekonomi.

Jakarta, 31 Oktober 2014.

Tidak ada komentar: