Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

12 Oktober 2014

Menemukan 'Mutiara' di Buku Bekas

Ada 3 buku yang sebenarnya ingin saya bawa pulang ketika saya minta tolong diantar oleh sopir ke shopping center yang lokasinya ada di bagian belakang Taman Pintar. Ketiga buku yang selama ini selalu saya dengar ketika kami bersama-sama hadir mendengar nasehat Abang.Untuk itu tidak berlebihan bila saya menyebut ke-3 nya sebagai mutiara. Paling tidak mutiara pengetahuan.

Ini terjadi pada saat liburan Idul Qurban yang lalu itu. Ketika saya mencoba untuk mencari buka yang berbeda, yang pada saat di Jakarta, di toko buku gurita, saya telah memegangnya namun merasa tidak rela jika harus membeli buku mutiara yang lain di toko buku gurita. Maka buku-buku yang tidak jadi saya bawa ke loket membayar tersebut cukup hanya saya mengingat judul dan penerbitnya saja. Dengan maksud, bahwa bulan berikut ketika saya mudik, saya dapat menemukan buku-buku itu di langganan saya di shopping center. 

Tetapi entah bagaimana, prediksi saya meleset semua. Bahwa buku-buku yang tidak jadi saya beli ketika saya masih di Jakarta lalu itu, tidak satu pun yang saya ketemukan di seluruh pelosok toko yang ada di kwasan shopping center. Bahkan buku-buku tersebut belum pernah ada di lokasi penjualan buku ini. Apakah mungkin karena harga perbukunya lumayan mahal? Saya kira tidak juga. Karena di lokasi itu bnyak juga buku-buku teks kedokteran yang harganya wuih...

Dan tidak mengecewakan juga saya meninggalkan lokasi yang selalu membawa rindu itu. Karena banyak juga buku-buku yang menarik mata untuk dilihat dan selanjutnya dipilah untuk diputuskan dibawa pulang atau tidak. Diantara buku-buku yang menarik perhatian saya adalah buku sastra yang menjadi 'lanjutan' dari buku sastra yang sepanjang perjalanan di kereta api Jakarta-Yogyakarta saya pegang.

Juga ketiga buku yang saya sebut mutiara tersebut. Saya temukan ketika saya sedang berjuang menemukan buku yang menjadi incaran saya sejak dari Jakarta.

"Saya sedia yang second Pak. Harganya pasti lebih murah." Begitu kata seorang Bapak pemilik dan sekaligus pedagang buku kepada saya pada saat saya memegang buku-buku dari Al Maroghi.

"Ada 30 seri Pak. Bapak bisa mengambil tidak perlu semuanya Pak. Dipilih saja seri mana yang Bapak inginkan." lanjut Bapak itu. Mungkin melihat tampilan saya sehingga dia mencoba memberikan pilihan kepada saya. 

Memang tidak semua buku yang ada dari seri-seri yang ditawarkan akhirnya saya ambil semua. Sebagaimana yang disarankan bahwa saya boleh mengambil sebagiannya. Dilain pihak, ketika saya melihat tahun cetak dari buku mutiara tersebut, saya menjadi tercengang atas ketertinggalan saya dalam menemukan informasi.Karena saya mendapat dan selalu ingat bagaimana nasehat Abang dengan sumber dari bukub-buku tersebut seolah baru-baru ini saja (?).

Jakarta, 12 Oktober 2014.

Tidak ada komentar: