Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

02 Oktober 2014

Menonton Sidang Paripurna DPR RI 2014-2019

Saya terbangun karena malam hari tadi saya berangkat tidur lebih awal. Tentu menjadi hal yang kurang nyaman, ditengah malam terjaga denga tidak ada siaran langsung olah raga satu pun selain siaran langsung Sidang Paripurna DPR RI, yang dilantik pada Rabu, 1 Oktober 2014, kemarin.Jadi lumayan beruntung di malam tadi itu. Karena ada siaran langsung tivi tersebut adalah siarang yang mungkin tidak akan berulang terjadi pada setiap tahunnya. 

Sebuah sidang yang sedang akan memutuskan unsur pimpinan di DPR. Namun ketika saya sedang menonton sepertinya banyak sekali anggota yag ingin berbicara bersama-sama disaat Ketua Sidang Sementara, yang dipimpin oleh anggota yang berusia tertua dan yang termuda, sehinga dapat ditebak semacam apa suasana sidang itu.

Banyak angota DPR yang ingin langsung memberi masukan kepada pimpinan sidang. 
Selain hujan interupsi, yang memang tidak mendapat tanggapan dari pimpinan sidang, anggota DPR itu juga tidak henti-hentinya menyampaikan celetukannya yang dapat saya dengar di layar tivi ketika siaran langsung itu.

"Interupsi pimpinan sidang..."
"Ya Allah Ya Rabbi..."
"Astagfirullah..."
"Lanjut bro..."

Dan ketika sidang sudah tidak kondusif, maka pimpinan sidang mensekors sidang dengan tidak memberikan batas waktu. Maka hujan celetukan idak bisa dibendung. Begitupun ketika skors dicabut, hujan interupsi tidak bisa dicegah. Termasuk ketika wakil dari salah satu partai yang akan menyampaikan susunan pimpinan dari fraksinya, yang tetap ingin memberi ceramah.

Apa yang saya lihat dan simak di dalam siaran langsung tivi tersebut, merefleksi kepada diri saya sebagai guru di dalam kelas. Tampaknya saya harus bersama menyusun ulang class agreement sebelum saya mengajar yang lain. Membuat kesepakatan tentang apa yang harus dikomitmenkan bersama. Percuma saya membacakan cerita pendek  kepada siswa saya yang juga pintar bicara semua. 

Tapi apakah mungkin anak didik saya tidak meneladani orang-orang hebat yang ada di dala tivi itu? Allahu a'alam bi shawab.

Jakarta, 2 September 2014.

Tidak ada komentar: