Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

01 Januari 2014

Pulang Kampung Akhir 2013 #2; Tanah yang 'Hijau'

Diberikan kesempatan dan kemauan, saya mengisi liburan pulang kampung di akhir Desember 2013, antara lain dengan bertemu kerabat dan handaitolan di Wonosobo. Itulah yang mengawali catatan perjalanan saya saat ini. Melihat kondisi di setiap daerah yang kami lalui dengan penuh katkjuban akan indahnya panorama kampung. Begitu alami, memesona.

Pernah dalam sebuah percakapan dengan anak saya yang menyertai perjalanan kami dengan setia dengan pernyataannya; "Ayah, ternyata Puncak itu tidak hanya yang ada di Bogor ya?"

Pernhataan kagum itu karena melihat realita bagi banyak sekali panorama indah di sekitar kita. Termasuk diantaranya keindahan jalur yang kami lalaui saat itu; Purworejo-Wonosobo, melalui Luano-Kepil-Kreteg-Wonosobo. Juga jalur ketika saya harus kembali ke Yogyakarta setelah selesai kegiatan di Wonosobo melelui Parakan-Temanggung-Secang.

Jalur berangkat, saya terkagum oleh tanaman keras yang begitu mencolok di sepanjang perjalanan kami di daerah pegunungan dengan kontur jalanan yang berkelok. Pohon durian, petai, cengkeh, dan tentunya sengon. Semua tampah subur dan kokoh.

Saya tentu tidak akan menceritakan bagaimana macet dan atau ramainya jalanan sepanjang Perakan-Temanggung-Secang-Magelang-Jombor di Yogyakarta. Karena selain jalanan yang terbatas, juga arus kendaraan yang terlalu banyak. 

Perhatian saya justru terusik keyika melihat lanskap pemandangan hang kurang wajar di seantero kanan dan kiri jalan disepanjang jalur Wonosobo-Parakan-Temanggung. Hal ini tidak lain karena warna tanah yang relatif didominasi bukan oleh warna tanaman. Tetapi justru oleh warnah tanah. Mengapa?

Ada di sebelah kiri dari perjalanan kami itu, sebuah gunung yang relatif runcing, dengan bagian kiri yang masih hijau lebat, sedang sebelah kanannya benar-benar warna tanah! Mungkin ada tujuan hingga menjadikan kondisi seperti itu. Tetapi keindahan memang dikikis. Barangkali ada keuntungan dibalik kondisi itu. Namun secara awam saya berpikir bahwa, bencana sedang kita undang...

Jakarta, 1.1.14.

Tidak ada komentar: