Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

14 Januari 2014

PPDB #1; Siklus PPDB

Tidak terasa bahwa siklus tahunan sudah terjadi lagi. Itulah yang kami alami di sekolah. Bahwa siklus penerimaan siswa baru, PSB atau yang dalam bahasa Dinas Pendidikan disebut sebagai penerimaan peserta didik baru, PPDB. Sebagai siklus tahunan di sekolah, tentunya kami mempersiapkan segala sesuatunya. Baik secara administrasinya, pelatihan dan simulasi kepada seluruh staf dan guru untuk menerima para calon peserta didik baru, dan tentunya juga membuat rencana kegiatan belajar tahun pelajaran berikut sebagai alat hitung bagi penentuan besaran uang sekolah.

Dan kami syukuri bahwa pada saat pemilihan calon siswabaru atau peserta didik baru tersebut, beberapa waktu lalu, kami akan melakukan pengujian lebih kurang satu setengah hingga dua kali dari jumlah kursi siswa yang tersedia. Artinya, jumlah calon siswa atau peserta didik baru yang mendaftarkan diri sedikit melebihi kuota yang ada.

Apa yang kami lakukan ini, sesungguhnya segaris dengan apa yang dilakukan oleh sekolah-sekolah swasta lainnya.Ini kami lakujkan untuk menjaga keberlanjtutan dan keberlangsungan perjalanan dari sekolah kami. Ini penting kami sampaikan karena dalam perjalanan proses PSB/PPDB di sekolah, masih ada beberapa pertanyaan naif dari seseorang atau institusi yang disampaikan kepada kami.

PPDB Terlalu Dini

Ini yang menjadi pertanyaan dari para pemangku pendidikan di Dinas Pendidikan, yang secara herarki berada di atas kami. Dimana masih ada suara yang mempertanyakan terlalu dininya kami dalam melaksanakan PPDB, sebagaimana juga yang sedang dilaksanakan oleh beberapa sekolah swasta lainnya. Apa yang menjadi pertanyaan seperti itu, adalah karena tidak fahamnya tentang konsep pendidikan swasta dalam mempertahankan eksistensinya.

Pertanyaan yang mensiratkan akan adanya rasa kebingungan dengan apa yang sudah kami laksanakan. Dimana lembaga pendidikan swasta tidak akan menjadikan pemerintah sebagai sumber dana yang utama bagi keterlaksanaan dan keberlangsungnnya. Hal ini karena jumlah siswa yang ada di dalam lembaga tersebut masih menjadi soko guru bagi keberlangsungan lembaga.

Meski pernah kami memberikan wawasan tentang itu, tampaknya ketika struktur itu berganti personal, maka siklus pertanyaan juga akan berulang.

PPDB Mencari Untung?

Ini juga menjadi suara yang sedikit menykiti kami. Pernyataan yang berasal dari salah seorang dari calon orangtua siswa. Pertanyaan yang lahir ketika mengetahui bahwa  jumlah calon siswa yang mengikuti seleksi lebih banyak dari pada kuota siswa yang akan kami terima. Sebuah masukan dan sekaligus kritis serta sangka buruk yang juga menjadi pemikiran kami.

Mencari untung? Mungkin juga. Walau harus dilihat bahwa kami pun sesungguhnya tidak menginginkan jumlah peminat yang melebihi kuota itu. Caranya? Sebagaimana yang diketahui, bahwa ada tahun ini kami hanya membuka kesempatan masyarakat untuk membeli formulir pendaftaran siswa baru dalam durasi lima hari saja. Tetapi toh masih ada beberapa kelebihan pendaftar yang sulit kami bendung.

Meski harus juga kami sadari, bahwa kenyataan ini adalah sesuatu yang harus kami syukuri. Bukankah semua masyarakat berhak untuk mendapatkan formulir pendaftaran tanpa kami harus batasi?

Jakarta, 14.01.14

Tidak ada komentar: