Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

15 Januari 2014

PPDB #3; "Saya tidak Melihat Pengumumannya?"

"Izinkan saya untuk mendaftarkan anak saya Bu. Karena kemarin saya benar-benar tidak melihat pengumuman yang dipasang sekolah. Saya sedang ada acara keluar. Tolong ya Bu?" 

Ini kalimat argumentatif dari salah satu calon orangtua  peserta didik baru untuk bisa mendaftarkan putranya yang terlambat mendaftar. Ini karena beliau baru datang ke sekolah untuk mendaftarkan putranya itu pada H+1.

Maka didatangilah kami. Pertama sekali kepada kepala sekolah beliau memohon. Ibu kepala sekolah ragu-ragu untuk membuat keputusan. Ini tidak lain karena proses seleksi sudah berjalan. Oleh karena lucu juga bila seleksi sedang berlangsung kemudian ada yang tiba-tiba menyelinap masuk barisan. Maka didatangilah juga bagian admission di sekolah kami. Dan terakhir kepada saya jugalah keputusan itu kami ambil secara sepakat. 

Peristiwa semacam ini tidak satu  dua kali kami alami. Namun pendirian kami tetap. Sepanjang memang argumentatif apa yang menjadikannya terlambat mendaftar dan juga sejauh mana proses yang telah dijalani oleh para kandidat peserta didik baru, dan juga menimbang prinsip keadilan, kami akan membuat persetujuan atau penolakan.

Hal seperti ini penting kami rumuskan supaya apa yang sedang kami jalani dalam proses atau dalam siklus penerimaan peserta didik baru ini tidak menimbulkan sakwasangka. Khususnya bagi para kandidat peserta didik yang berasal dari jenjang pendidikan yang bukan dari kami. 

"Bagaimana jika keberhasilan itu beliau ceritakan kepada kandidat lain yang juga belum mendaftar supaya bisa ikut masuk barisan sebagaimana yang dialami ibu tersebut?" Tanya teman saya yang lain.

"Kita buat kesepakatan kepada Ibu yang pertama bahwa, kalau ada orang lan yang ikut serta dengannya dan itu diketahui atas informasi dari yang bersangkutan, maka kesepakatan kita batalkan?" Usul saya kepada yang lain.

"Setuju!"

Jakarta, 14.01.14.

Tidak ada komentar: