Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

05 Januari 2014

Pelatihan Guru #3; Me-lay Out Kelas

Melihat dan sekaligus masuk keruang-ruang kelas yang ada, selalu menerbitkan rasa yang kurang puas pada diri saya. Ini karena ruang kelas yang saya kunjungi masih bernuansa berantakan atau bahkan belum ada sentuhan baru, sejak tahun pelajaran dimulai enam bulan sebelumnya. Itulah maka saya mencoba untuk mengajak teman-teman guru membuat citarasa baru dalam mengatur kelas mereka dalam pelatihan.

Selain dinamisasi pengaturan ruangan yang kurang catik itu, juga dibarengi oleh perilaku yang kurang tertib dari teman-teman untuk menyimpan dan meletakkan barang yang sudah tidak terpakai, atau barang yang masih akan dipakai kelak, atau bahkan barang yang harus diarsipkan pada tempat yang kurang pada tempatnya. Sehingga menimbulkan situasi yang yang tidak rapi bahkan terkesan serampangan atau jorok. Seperti sudut-sudut kelas yang berada di belakang siswa.

Meski harus diakui kalau perilaku dan kondisi seperti itu tidak terjadi di semua kelas. Karena masih ada beberapa kelas yang selalu terlihat grooming dan apik. Walau harus juga diakui kalau kondisi bagus seperti itu masih menjadi minoritas. Hanya beberapa guru saja yang begitu peduli kepada kebersihan dan kerapihan dari ruang kelas yang menjadi tanggungjawabnya.

Atas kondisi itulah saya pernah membuat pelatihan kepada guru-guru dalam mengatur ruangan kelas yang kondusif bagi kegiatan pembelajaran. Dimana saya membagi teman-teman guru itu dalam kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan tidak lebih dari 5 orang guru. Saya melibatkan para supporting staff di dalam pelatihan ini. Mereka adalah para pramubakti, orang sipil, dan listrik, yang akan dinamis berkeliling untuk setiap kelompok kerja yang ada, guna memberikan bantuan dalam bentuk mengangkat barang-barang yang berat, memindahkan titik listrik, atau pekerjaan lain yang diperlukan oleh kelompok kerja tersebut.

Kepada kelompok, tentunya setelah kami berdiskusi tentang ruangan kelas yang kondusif untuk belajar  dan bekerja bagi guru dan siswa, kelompok-kelompok tersebut akan mengambil undian di meja saya. Undian ruangan yang akan menjadi tanggungjawab kelompok mereka dalam kegiatan pelatihan saya itu.

Me-lay Out Kelas

Tugas pertama yang dilakukan dalam kelompok kerja setelah masing-masing kelompok tersebut mendapatkan jatah ruangan yang harus mereka make over, adalah membuat kesutusan kelompok tentang design ruangan yang akan mereka lakukan. Mereka dalam kelompok terlebih dahulu harus membuat rencana lay out kelas yang diinginkan.

Setelah design lay out itu telah disimpulkan oleh kelompok,  teman-teman juga diharuskan untuk menggunakan properti yang ada di kelas tersebut tanpa menambah. Ini sesuai dengan standar ruangan yang ada. Demikina juga bila ada rencana dari kelompok untuk memindahkan barang yang berat atau memindahkan titik listrik.

Apa yang terjadi setelah teman-teman guru itu merealisasikan rencana design yang disepakati dengan kedaan ruangan sesungguhnya yang diinginkan? Saya dibuatnya kagum. Ada beberpa guru yang memang kurang memiliki rasa estetika sehingga mengikuti saja usulan dan saran dari temannya yang memang lebih pintar dalam membuat tata ruang yang apik. Sehingga mereka cenderung menjadi pekerja di dalam kelompoknya itu. Selebihnya saya melihat kegairahan yang luar biasa terhadap kegiatan yang baru pertama kali saya lakukan di sekolah yang telah diamanahkan kepada saya lebih kurang enam tahun itu.

Apa juga yang dapat saya tarik sebagai kesimpulan terhadap pelatihan itu? Saya melihatnya bahwa pelatihan itu telah menjadi wahana yang bagus bagi semua komunitas sekolah dalam memahmkan, dan menanamkan citarasa fungsi ruang, kerapihan ruangan, keindahan, dan sekaligus kenyamanan sebagai ruang kelas. Juga sebagai sarana bagi guru untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan. Itu jugalah yang muncul dari guru-guru tersebut sebelum pelatihan itu berakhir. 

Jakarta, 05.01.2014.

Tidak ada komentar: