Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

02 Januari 2014

Pulang Kampung Akhir 2013 #3; (Sekedar) Memelihara atau Mencipta?

Selama dalam perjalanan pulang kampung akhir tahun 2013 lalu, pada saat menikmati jalanan yang ada yang menjadi rute perjalanan saya dan keluarga, saya menemukan fakta berkenaan dengan kondisi jalan, lebarnya, markanya, dan juga rambunya. Kenyataan itulah yang sayua coba membuatkan catatan. Ini karena untuk pulang kampung, tidak kurang dua kali dalam satu tahun saya harus mengendari kendaraan sendiri dan yang lainnya dengan menupang kendaraan umum.

Mengingat dalam setiap menelusuri rute jalan yang sama dalam kurun waktu yang berbeda-beda itu, saya menemukan bahwa terdapat beberapa perubahan terhadap jalanan yang saya lalui di beberapa tempat, juga ada jalanan yang tetap sama baik dalam hal kondisi kualitasnya maupun lebar dari jalanan itu sendiri. Untuk itulah penting saya sampaikan dalam catatan saya ini. 

Jalan di Paguyangan

Setelah melaksanakan shalat di rest area yang ada di lingkar luar kota Bumiayu, saya melanjutkan perjaanan menuju ke arah timur. Terdapat dua rest area di sepanjang lingkar luar ini. Jika dari arah barat ke timur, maka akan bertemu dengan rest area yang ada di sebelah kiri jalan, yang posisinya lebih kurang 1 kilometer dari pertigaan sebelum masuk jalur lingkar luar itu dengan kondisi yang bagus dan terawat serta bersih. Dan yang kedua adalah menjelang pertigaan di daerah Paguyangan, yang berada di sebelah kanan.

Mungkin karena pada saat lebaran 2013 lalu dalam keadaan macet, maka lebar dan kondisi jalan di daerah itu tidak begitu menjadi perhatian saya. Namun ketika saya melalui di jalur tersebut dalam keadaan jalanan yang mulus oleh hotmik, bertambah lebar, dan lengang, maka saya merasakan nikmatnya.

Sementara di beberapa tempat, meski jalanan tetap tidak menjadi bertambah lebar, tetapi cukup terawat kemulusannya. Sedang di beberapa tempat yang lain masih juga sama dengan kondisi yang sbelum-sebelumnya, tahun-tahun yang lalu. Jalanan dengan tambalan aspal yang tidak rata dengan beberapa lubang yang sudah dibiarkan beberapa waktu, harus saya lalui dengan tidak ada pilihan lain. 

(Sekedar) Memelihara atau Mencipta?

Meskipun demikian, dari beberapa kondisi jalanan di wilayah-wilayah yang saya lalui sepanjang mudik atau pulang kampung akhir tahun 2013 itu, saya mengambil kesimpulan bahwa kualitas pemangku jabatan di daerah tersebut berkorelasi dengan model jalanan. 

Para pemangku daerah yang memiliki komitmen dan bervisi, tentu akan menjalankan tugas pelayanannya dengan tidak hanya (sekedar) memelihara infrastruktur yang ada, tetapi juga mebuatnya semakin bagus kualitasnya, dengan marka jalan dan rambu yang benar-benar menjadi pemandu bagi yang melaluinya kapanpun waktunya, dan bahkan menambah lebar jalanan itu.

Jakarta, 2 Januari 2013.

Tidak ada komentar: