Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

15 Januari 2014

PPDB #4; "Uang Sekolah Mahal Anak Saya Dapat Apa ya?"

"Saya di depan dapat daftar uang sekolah yang lumayan mahal. Oleh karena itu saya ingin tahu apa yang akan didapat anak saya ketika menjadi siswa di sini?" Begitu seorang calon orangtua siswa yang datang pada saat sekolah libur sekolah di akhir bulan Desember yang lalu. Pasangan muda dengan seorang putrinya yang lincah dan pintar.

Saya bertemu dengan orangtua muda ini ketika melintas plasa TK, ketika saya akan makan siang di luar sekolah. Karena saat itu hari libur, maka saya melakukan semuanya dengan sendirinya. Termasuk juga dalam melayani orangtua muda tersebut. Saya mengajaknya berputar-putar untuk melihat apa yang ingin dilihatnya. Menjelaskan apa yang ingin diketahuinya tentang sekolah kami.

Termasuk yang kami sampaikan kepada beliau bersama pasangannya adalah mengenai kebiasaan atau budaya belajar yang kami lakukan sepanjang hari sekolah. Juga tentunya kegiatan-kegiatan yang dilakukan anak-anak didik kami ketika mereka akan tampil di hadapan teman-temannya atau ketika mereka sedang menyampaikan hasil belajarnya pada saat penerimaan laporan pendidikan dalam bentuk konferensi.

Mahal

Pendek kata, tidak ada pertanyaan atau pernyataan yang disampaikan oleh pasangan muda bersama putri kecilnya itu yang tidak saya berikan penjelasan atau jawaban. Termasuk juga logika mengapa uang sekolah kami tampak tinggi.

"Jumlah siswa kami dalam satu kelas tidak lebih dari 25. Dan ini sejak di tingkat kelas paling rendah hingga di kelas 9, kelas paling tinggi yang ada di kelas kami." Begitu yang saya saya sampaikan sebagai argumentasi. Jawaban itu setidaknya memberikan gambaran kepada tamu berapa jumlah pembagi memiliki kontribusi kepada hasil baginya. Mudah-mudahan.

Saya tentunya tidak bertanya lagi kepadanya apakah jawaban saya itu masuk diakal. Tetapi setidaknya akan memberikan gambaran bahwa jumlah siswa dalam satu kelas itu juga dapat menjadi parameter hitung bagi murah dan mahalnya biaya.

Walaupun, saya belum memintanya untuk mempertimbangkan angka yang sekolah kami punya dengan angka yang sekolah lain. Karena jika dengan melakukan perbandingan seperti itu, logika mahal-murah akan lebih konkrit. Tentunya dengan pembanding yang mirip-mirip jika memang sulit dicari pembanding yang setara. Mudah-mudahan.

Jakarta, 14.01.14

Tidak ada komentar: