Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

11 Januari 2014

Menjadi Under Dog

Dalam sebuah pemilihan kepala sekolah di sebuah lembaga pendidikan swasta, kami sering dihadapkan kepada model perilaku yang di munculkan oleh para kandidat yang masuk bursa pencalonan. Perilaku itu menjadi begitu tampak karena dalam prosesnya, kami menjalaninya dalam beberapa tahap.

Memang ini sebuah model pemilihan yang kami anggap tidak biasa. Dimana semua guru dan karyawan yang berada di lembaga tersebut untuk merekomendasikan dua nama yang mereka anggap dapat menjadi pengganti dari kepala sekolah yang harus berhenti. Dari data yang terkumpul, kami memilih guru-guru yang mendapat rekomendasi. Tentunya dengan menghitung jumlah suara yang dijadikan sebagai pemeringkat.

Dari suara yang masuk, maka kami mengundang 10 orang teman guru untuk hadir secara bergilir dalam sesi diskusi bersama. Kami menamakannya kegiatan diskusi bebas dengan tema kepemimpinan dalam lembaga pendidikan itu dengan  diskusi panel. 

Alhamdulillah, dalam tiga gelombang diskusi panel yang kami selenggarakan, saya pribadi mencatat banyak sekali ide dari guru-guru itu yang sangat konstruktif dan operasional. Artinya gagasan yang lahir dari kondisi nyata di lapangan dengan gambaran merealisasikannya. Sehingga gagasan tersebut itu, bagi saya seperti membuka mata kembali lebih lebar. Dan saya begitu menikmati suguhan dari curah gagasan teman-teman itu.

Under Dog

Setelah tahapan-tahapan selesai kami jalani dan kandidat sudah mengerucut kepada yang terbaik dari yang baik-baik itu, maka kami mencoba untuk megajak kandidat pilihan tersebut dalam proses terakhir. Yaitu proses kesediaan dan komitmen untuk mengemban amanah. Dan pada tahapan inilah yang saya dapatkan dari mereka itu.

Ada kandidat yang memang secara pengalaman, kecakapan, dan keteguhannya menampilkan kesanggupannya untuk memegang estafet kepemimpinn berikutnya, tetapi justru menyampaikan kepastiannya dengan bahasa yang rendah.

Juga ada yag kami anggap mampu, dan memungkinkan untuk membawa lembaga kami dalam mengarungi pertumbuhannya, namun justru mengemukakan kesanggupannya itu dengan memilih bahasa yang terlalu tinggi. 

Maka dari dua bentuk pengungkapan itulah saya membuat asumsi dan pendapat bahwa, saya lebih memilih kandidat yang memilih pilihan kata rendah. Itulah yang saya maksudkan dengan  under dog.

Jakarta, 11.01.2014.

Tidak ada komentar: