Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

31 Juli 2013

K-13 #9; Sebagai Momentum Perubahan

Dalam tiga pekan terakhir sebelum Ramadhan 1434 H ini berakhir, saya sudah mendapatkan beberapa feedback dari para guru yang telah mengikuti untuk kesekian kalinya pelatihan Kurikulum 2013. Dan pada sesi terakhir pelatihan tersebut, ada gelombang guru-guru yang harus ikut training untuk menjadi trainer, yang merupakan program dari Kemendikbud. Setelah sebelumnya kami secara swadaya mengundang nara sumber untuk memberikan pelatihan secara internal dalam dua tahap.

Dan semua yang dapat saya terima sebagai feedback dari para guru-guru tersebut adalah; kegairahannya dengan sesuatu yang seperti tercecer dan baru saja ditemukan. Luar biasa menggembirakan juga buat kami, khususnya saya. Kegairahan itulah yang menjadi momentum bagi kami untuk mengubah apa yang selama ini kami rasakan telah cukup. Yaitu gaya mengajar di dalam kelas.

Momentum

"Saya sekarang benar-benar menyadari kalau anak-anak di dalam kelas tidak cukup kalau hanya kita tangani sebagaimana selama ini kita lakukan Pak. Kasihan. Pantas kalau anak-anak itu suka seperti bengal ya Pak. Mungkin itu semacam protes kepada kami?" Begitu komentar seorang teman guru setelah mengikuti kegiatan pelatihan dari Kemendikbud.

"Saya bersyukur atas dijadikannya sekolah kita sebagai percontohan bagi sekolah lain untuk pelaksanaan Kurikulum 2013. Kita jadi mendapat kesempatan pertama untuk merepkan kurikulum baru ini Pak. Terlebih lagi untuk teatik integratif, sekolah kita telah melaksanakannya beberapa tahun yang lalu. Jadi, ini sungguh menjadi pengalaman berharga." Kata guru yang lain yang juga telah keluar dari kewajiban mengikuti pelatihan di Bandung selama sepekan.

"Jadi apa dan bagaimana kita ke depan? Tentunya dalam menjalankan atau melaksanakan Kurikulum 2013 dalam kehidupan sehari-hari di dalam kelas saat guru dan siswa berinteraksi?" Tanya saya dalam diskusi kecil itu.

Dari percakapan-percakapan itu saya dan teman-teman seperti menemukan momentum untuk berbenah diri sesegera mungkin sebelum semangat para teman itu menguap di telah masa. Maka langkah awalnya adalah bertemu bersama-sama untuk mendiskusikan posisi kita sekarang dan arah mana yang akan kita jalani bersama. 

Saya bersemangat sekali ketika guru menyadari akan bagaimana yang telah mereka jalani selama ini dibenahinya. Utamanya karena selama ini mereka merasakan ketidak atau kekurang peuliannya terhadap kondisi dan dinamika anak di dlam kelas saat pembelajaran berlangsung. Teman-teman itu kemarin merasa telah cukup dengan apa yang dilaksanakannya di dalam kelas. Karena perasaan cukup itulah maka teman-teman tidak merasa perlu lagi dalam mengintrospeksi diri untuk membuat pembaharuan dalam pelaksanaan pembelajarannya.

Maka dengan kegiatan mereka pada saat pelatihan Kurikulum 2013, dimana mereka merasakan adanya sesuatu yang tercecer dalam melakukan pembalajaran selama ini, sebagai momentum untuk perubahan. Semoga!

Jakarta, 31 Juli 2013

Tidak ada komentar: