Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

15 Juli 2013

Batal Antri untuk Asinan nan Lezat

Inilah pengalaman saya untuk antri demi sebuah makanan enak khas Jakarta atau Betawi, asinan. Sebuah penganan khas yag saya telah dengar, rasakan, dan bahkan dapatkan beberapa kali sejak saya bekerja di bilangan Pulomas, Jakarta Timur. Meski berulangkali juga saya mendapatkan informasi tentang lokasi dimana asinan enak itu dapat diperoleh, namun belum sekali pun saya secara sengaja untuk menengok lokasinya. Hingga pengalaman itu datang  pada Minggu, 7 Juli 2013 yang lalu. Sebuah kesempatan yang bagus sekali, pikir saya, karena pada saat itu kebetulan sekali saya berada di lingkungan lokasi tes bontot saya untuk masuk perguruan tinggi. Jadi, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.

Situasi antrian di depan spanduk yang dipasang di depan rumah/warung asinan.
Itulah, maka ketika bontot saya sedang menjalani tes yang baru selesai pukul 16.00, maka beberapa lokasi menjadi sasaran saya bersama istri. Lokasi yang antara lain adalah tempat penjual asinan yang terkenal di Rawamangun itu.

Meski, sebenarnya, saya sendiri merasa ragu untuk dapat menemukan lokasi dimana penjual asinan itu berada. Hanya bermodalkan ancar-ancar dari teman-teman yang pernah datang di lokasi, dan juga bertanya sana-sini, maka sampailah saya berdiri di antrian paling belakang ketika jam telah menunjukkan sekitar pukul 15.00. 

Dan hingga 20 menit berikutnya, ternyata saya belum melihat pergerakan antrian yang signifikan, maka istri saya berinisiatif untuk mencari informasi dari orang-orang yang sudah berada pada posisi depan. Dari beberapa orang yang dianrian depan itulah kami mendapatkan informasi bahwa mereka telah berdiri di lokasi antrian sejak pukul 14.00! Mengapa demikian? Karena setiap plastik paket asinan yang dipilih dan dipesan pengunjung yang antri tersebut baru di racik dan dipaketin! Maka ketika pengantri telah sampai di depan pelayan penjualan pun harus juga bersabar untuk menunggu karena seluruh material asinan sedang disiapkan.

Pada kondisi inilah kami akhirnya memutuskan untuk balik kanan. Mengingat saya harus berada di depan sekolah dimana anak saya mengikuti tes pukul 16.00. Sedang ketika kami meninggalkan lokasi penjual asinan, waktu telah menunjukkan pukul 15.20.

Maka dalam hati sya harus berjanji untuk kembali lagi di anrian itu, entah kapan. "Atau minta tolong orang untuk membelikan Yah." Demikian usul istri saya.
 
Jakarta, 15 Juli 2013.

Tidak ada komentar: