Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

28 November 2014

Sertifikasi Guru #2; Guru dan Kelasnya

Hari itu ada dua pengawas sekolah hadir di sekolah saya sejak pagi sekali. Mereka hadir ke sekolah untuk bertemu dengan teman-teman kami yang telah tersertifikasi sebagai Guru Profesional. Biasanya, ini adalah bagian dari tahapan untuk pencairan dana tunjangan sertifikasi. Maka, tak ayal lagi bahwa semua teman yang hari ini akan bertemu pengawas, sudah hadir dan bersiap sedia dengan dokmentasi administrasi. Diantanaranya yang saya lihat sendiri adalah daftar nilai siswa. Juga ada beberapa dokumen lain, pastinya, yang tidak saya lihat langsung. 

"Jangan lupa stempelnya." Begitu salah seorang teman mengingatkan teman lain pada saat sedang menunggu giliran bertemu di ruang guru. Ada beberapa guru sertifikasi di ruangan itu sembari bersiap. 

Saya yang menjadi pengunjung di ruang tersebut menjadi mengetahui secara langsung kesibukan apa yang sedang berlangsung. Dan tanpa memiliki rasa apapun terhadap apa yang saya alami di pagi itu, saya mencoba membuat catatan apa yang saya saksikan di lapangan terhadap teman-teman guru.

Sebagaimana kegiatan di pagi hari di sekolah kami, maka ketika pukul 07.25, kehadiran anak-anak sekolah nyaris lengkap. Mereka ada di berbagai ruang di sekolah selain di kelasnya masing-masing, sembari menunggu waktu untuk kegiatan bersama di pagi hari tepat pukul 07.30. Dengan demikian, maka teman-teman yang menunggu giliran untuk bertatap muka dengan Pengawas Pendidikan tersebut tentu untuk sementara waktu tidak sedang berada di kelas bersama peserta didiknya masing-masing.

"Gurunya sedang sibuk bertemu Pengawas untuk sertifikasi. Jadi anaknya tidak akan ditemani selama kegiatan guru itu belum kelar." Begitu komentar seorang guru kepada saya ketika kami bertemu di koridor sekolah.

"Ini mungkin salah satu implikasi dari sertifikasi guru Pak. Bagaimana jika sekolah hanya memiliki guru sebanyak pararel yang ada plus guru olah raga dan guru agama, bagaimana guru dapat bertatap muka dengan pengawas sekaligus mengajar di kelas dan bertatap muka dengan peserta didiknya? Bagaimana juga ketika guru sertifikasi tersebut sedang mengumpulkan berkas hard copy di hari dan jam kerja?" Kata saya menimpali komentar singkat guru itu.

Kami sama-sama tidak mengiomentari lebih panjang lagi terhadap komentar kami masing-masing. Kami tentu maklum akan konsekuensi yang tidak diinginkan atas keberadaan guru sertifikasi di sekolahnya.

Jakarta, 28 Nopember 2014

Tidak ada komentar: