Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

22 November 2014

Belajar Menginap #3; Beragam Model Bekerja

Bahwa saya memang mendampingi seluruh kegiatan yang anak-anak jalani selama berada di Pengalengan untuk melaksanakan Live in disana. Karena saya hanya datang ke lokasi kegiatan justru sebelum anak-anak itu tiba di sana.  Saya datang dan menginap sebagai bagian dari tim awal yang datang satu hari sebelum anak-anak sampai. Saya berada bersama tujuh orang lain yang mempunyai tugas mempersiapkan kegiatan. Bertemu dengan perangkat desa, berdiskusi tentang program bersama mereka, mencoba trek untuk wide game, dan juga berkoordinasi dengan para house family.

Namun sekembalinya saya ke Jakarta, saya banyak mendapatkan kiriman berita dan gambar dari panitia tentang kegiatan anak-anak. Baik kegiatan sosial yang anak-anak lakukan di pagi hari seperti jalan-jalan di lingkungan kampung, kegiatan ketika anak sedang bekerja menanam tomat di ladang, bekerja membantu keluarga induk semang yang sedang mencangkul di ladang, atau juga menyiangi rumput di kebun.

Juga beberapa kabar dari panitia sebagai ilustrasi dari gambar-gambar yang dikirim kepada saya. Tentunya saya ikut berbahagia atas terselenggaranya kegiatan ini. Juga mengapresiasi atas usaha dan ikhtiar panitia dan guru-guru sehingga kegiatan ini berjalan. 

Bahkan saya pun mempunyai kesimpulan akan berbagai model anak-anak dalam  melakukan kerja bersama orangtua pengasuhnya. Itu kesimpulan saya ketika melihat gambar yang dikirim guru. Tampaknya apa yang saya simpulkan itu tidak meleset dari pengamatan guru-guru yang berada dan mendampingi anak-anak.

Seperti foto tiga siswa kita yang sedang membantu menanam tomat. Dengan mengenakan pakaian training  lengkap dengan jaket trainingnya berada di tengah ladang. Yang seorang tampak menunduk dan memasukkan benih tomat sedang dua anak lainnya terlihat berdiri mengamati dengan kedua tangan masuk ke saku jaketnya.

Ada juga seorang anak yang  sedang mencangkul lahan dengan penuh penghayatan. Betapa tidak,   dia mencangkul dengan melepas kaosnya dan bertelanjang dada. Sementara disampingnya terlihat seorang anak usia 3 tahun duduk mengamitinya.

Melihat itu semua, saya sungguh ijut berbahagia atas berlangsungnya kegiatan itu. Harapannya, kegiatan itu menjadi bekal untuk masa depan anak-anak itu. Amin.

Mataram, 22 Nopember 2014.

Tidak ada komentar: