Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

02 Juli 2014

Pilpres 2014 #11; Media Independen?

Seperti catatan saya sebelumnya tentang media yang kentara keterlaluan akan capres dan cawapres mana yang sedang disokongnya, dalam catatan ini saya akan mengulanginya dengan sedikit ada yang berbeda. Ini karena ketidak nyamanan saya terhadap proses yang sedang berlangsung. Sebagaimana menjadi maklum bersama. Loh mengapa?

Tidak lain karena media yang berprinsip menomorsatukan kemerdekaan berpendapat, sekarang ini benar-benar membosankan untuk dijadikan alat pembanding bagi saya untuk memilih calon yang paling komplit. Karena media yang ada justru menjadi alat utama bagi 'merevolusi' pikiran saya untuk memilihnya. 

Stasiun tivi yang satu, karena sebagai media pengusung capres ini, maka ia akan membombardir saya dengan berbagai informasi yang memberikan gambaran capresnya yang paling baik. Dan ini tidak ada pembanding yang pararel. Begitu juga dengan stasiun tivi yang satunya lagi. Mengatakan bahwa capres itulah yang bekerja keras untuk kita.

Kita? Lah saya kerja dan lain sebagainya belum pernah mendapat bagian. Mengapa saya ikut serta dalam kita? Kalau kita, logikanya saya termasuk kan? Ini saya belum pernah menjadi bagian. Jadi bukan kita.

Itulah sebab utama mengapa saya tidak nyaman menonton stasiun tivi. 

Solusi

Saya bersyukur, pada masa sulit sebagai pemirsa tivi di Indonesia seagai uah bagi kemerdekaan berpendapat, saya dan keluarga masih mendapatkan tontonan yag diluar dari tivi-tivi itu. Dan lawakan, atau bahkan Ipin dan Upin, atau Pak Ogah, masih menjadi pilihan yang menyegarkan otak dan pikiran yang kusut karena antrian di jalan raya.

2.07.2014

Tidak ada komentar: