Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

24 Juli 2014

Mudik 2014 #2; Saya tidak Mudik

Saat bertemu dengan tetangga di kampung,  beberapa waktu lalu di acara sekolah, kami saling berbagi cerita selain kabar. Maklum, sebagai sesama orang yang dari kampung, yang jarak tempat tinggal kami tidak terlampau jauh. Maka selain kabar kami juga berdiskusi rencana kegiatan kami di hari Idul Fitri, termasuk diantaranya tentang rencana mudik.

"Rencana saya berangkat setelah sahur hari Kamis tanggal 24 Juli nanti. Rencana mau lewat jalur selatan." Katanya kepada saya. Pertemuan itu sendiri terjadi Senin tanggal 21 Juli. Kebetulan beliau datang ke sekolah kami untuk ikut serta dalam kegiatan berbuka bersama. Sebuah kegiatan yang pasti menarik dan sekaligus menyenangkan serta mengeratkan.

"Jadi tetap puasa sepanjang perjalanan ya Mas. Hati-hati saja Mas. Jaga stamina. Jangan taham rasa kantuk. Kalau memang sudah ada gejala, langsung cari lokasi untuk leyeh-leyeh." Begitu balas saya. Karena selama hidup di Jakarta, belum pernah saya menjalani mudik di bulan Ramadhan. Bukan karena hanya mengindari kemacetan saat bersama-sama melakukan perjalanan menjelang hari Lebaran ke kampung halaman, tetapi karena alasan yang berbeda.

Yaitu karena saya menikah dengan orang yang dari Jakarta yang asal usulnya saja yang dari Jawa Tengah. Maka sebagai kebiasaan keluarga besar kami, pada saat hari pertama Idul Fitri kami akan berkumpul bersama keluarga besar istri di salah satu rumah dari kami secara bergantian dan bergilir untuk setiap tahunnya. Dan ini menjadi sebuah reuni keluarga besar yang lumayan heboh. Karena masing-masing dari setiap keluarga akan membawa rombongan paling sedikit 3 orang. Karena selain dari keluarga besar Ibu Mertua, maka akan bergabung jga keluarga Om dan Tante. Benar-benar sebuah reuni keluarga.

Dengan kondisi demikianlah maka perjalanan mudik keluarga saya akan kami lakukan pada hari Idul Fitri kedua atau ketiga. Itulah maka menjelang Idul Fitri, dipastikan saya tidak akan kemana-mana. Jadi sejak Shalat Ied hingga kumpul keluarga Jakarta, posisi ada di Jakarta. Ini adalah kegiatan normal kami saat Lebaran.

"Mas Agus berangkatnya kapan? Mudikkan lebaran ini?" Tanyanya kepada saya.


"Untuk tahun ini saya tidak mudik Mas. Saya tetap di Jakarta. Mudah-mudahan di bulan Agustus atau September nanti saya bisa mudik." Jawab saya.

Benar. Bahwa untuk tahun ini saya harus tetap berada di Jakarta da sektarnya. Karena kondisi yang mengharuskan saya tidak mudik. Untuk itulah sya mengucapkan selamat mudik untuk saudaraku semua yang melakukan perjalanan mudik pada Idul Fitri 1435 H ini. Semoga diberikan kelancaran dan kesehatan selama menjalani perjalanan. Amin.

Jakarta, 24 Juli 2014.

Tidak ada komentar: