Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

01 October 2013

Ingin Pensiun

Mungkin karena bekerja secara formal, meski di lembaga seperti sekolahan, namun karena zaman industri da profesionalitas sudah masuk dalam sendi-sendi pencapaian Key Performance Indicator lembaga yang ada, sehingga mau atau tidak akan menarik seluruh komponen yang ada di dalamnya untuk benar-benar dan sungguh-sungguh memenuhinya. Alhasil, pada orang tertentu budaya baru ini sungguh melelahkan. Dan ini memang tidak dapat disangkal. Dan mungkin karena dalam gelombang ini pulalah maka seorang teman harus menulis di status sosialnya bahwa usia 55 masih sepuluh tahun lagi. 

Dan memang, meski dari tulisannya itu ia tidak secara gamblang dan terang  mengungkapkan apa yang sesungguhnya ingin ia informasikan kepada kami sebagai pembacanya, kami yang berada dalam rombongan yang sama dapat merasakan bagaimana kuatnya keinginannya itu sebagai gambaran untuk mengajukan pensiun. Sebuah keinginan yang normal. Meski ujung dari setelah keputusan itu benar-benar nanti diambilnya dan benar-benar menjadi kenyataan akan seperti apa?

Mengambil Dana Pensiun di Usia 45
 
Saya menduga dengan kuat bahwa apa yang dia tuiskan dalam laman muka media sosialnya adalah ketika pada usianya yang ke-45, ia sendiri telah mendapat manfaat pensiun dari lembaga pensiun yang dulu ketika kami muda sama-sama sebagai bagian dari lembaga itu. Namun kerena pilihan, maka beberapa dari kami memutuskan untuk bermigrasi melanjutkan perjuangan di lembaga yang berbeda.

Dan dari manfaat yang diterimanya itu, maka menjadi pemicu akan keinginannya untuk berada dalam era yang dirasakannya bebas. Tidak sebagaimana yang sekarang ini dia alami. Bahwa ia sendiri sudah merasakan betapa tuntutan profesionalisme begitu menyita perhatian dan tenaganya. Hampir-hampir sedikit sekali ia dapat menata diri untuk apa yang ada dan ditinggalkan di rumah. Manusiawi bukan?

Inilah, menurut saya yang menjadikan pemicunya.

Kenyataan bahwa uang yang ada di sebuah dana pensiun, yang merupakan uang dari keikutsertaan sebagai pegawai di kantor sebelumnya sudah diterimakan. Dan itu menyadarkannya bahwa tanda bahwa ia sudah menginjakkan usia yang layak pensiun. Jadi wajar bukan jika ia berharap sesegera mungkin benar-benar pensiun? 

Sekali lagi, ini pilihan. Sebuah pilihan yang pastinya berbeda dengan apa yang ada di dalam benak dan pikiran saya. Meski saya sangat menghargai apa yang menjadi pilihannya. Selamat!

Jakarta, 1 Oktober 2013.

No comments: