Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

12 Oktober 2013

Cerita Seorang Kakek di Sekolah

Pagi itu, saat sekolah buka dihari Sabtu, sebagaimana biasanya, kegiatan pertama sebelum menyalakan komputer dan setelah absen, adalah berputar-putar di lingkungan sekolah untuk melihat dan memastikan bahwa teman-teman guru telah bersiap dalam menyambut kehadiran para siswa dan orangtua siswanya di sekolah. Sebagaimana kita maklumi bersama, bahwa hari itu akan ada kegiatan sekolah yang akan menarik banyak perhatian dari para siswa dan para orangtuanya, sebagai ending dari akhir tengah semester satu, yaitu terima rapot bayangan.

Berbeda dengan sekolah lain yang setaraf, di sekolah kami untuk penerimaan rapot bayangan menggunakan model SLC sebagaimana yang diterafkan di sekolah internasional. Jadi pada hari itu sejak kelas TK kelompok B hingga kelas IX di bangku SMP, anak-anak akan mendapat kewajiban untuk mempresentasikan portofolio  pilihannya kepada orangtua mereka masing-masing. Bahkan tidak jarang selain orangtua adalah kehadiran kakek dan nenek.

Itulah kabiasaan menarik yang pasti akan menjadi sumber kemacetan di jalan yang ada di depan sekolah. Ini akibat akan hadirnya tidak kurang dari 600 keluarga di sekolah kami di hari itu. Karena hari itu menjadi momen menarik bagi keluarga untuk mendengarkan presentasi  dan komitmen dari para anak didik tentang prestasi belajarnya di hadapan ayah dan bundanya.

Dan untuk persiapan serta kelancaran itu semualah maka saya di pagi itu telah menyusuri semua koridor dan halaman sekolah tanpa ada yang terlewati. Termasuk diantaranya adalah masuk ke ruang guru untuk bercengkerama, dan bahkan melihat daftar tagihan uang sekolah yang harus mereka komunikasikan pada saat orangtua itu datang.

Bertemu Kakek

Pada saat-saat seperti itulah langkah saya terhenti ketika berada di lorong TK. Saya bertemu dengan seorang kakek yang wajahnya telah begitu saya kenali sejak lama. Ia adalah seorang kakek yang selalu mengantar dan menjemput cucunya yang bersekolah di sekolah kami. Satu cucunya duduk di kelas akhir di bangku SD, dan satunya lagi masih duduk di kelasTK kelompok A.

"Pak. Wah liar biasa rajinnya ya menemani cucu?" Sapa saya yang disambutnya dengan kemeriahan dan ramahan seorang kakek yang bahagia.

"Ya beginilah Pak. Ini kegiatan saya sepanjang hari Pak Agus." Jawabnya sumringah. Pertanyaan saya itu, mampu memberikan semangat kakek itu untuk bercita tentang seluruh kegiatan harinya dalam merawat dan memupuk daya sehat. Termasuk kegemarannya untuk mengurus puluhan burung berkicaunya setelah ia berjalan pagi Rawangun-Pasar Pramuka pergi pulang.

"Setiap pagi. Dan burung-burung saya itu, menjadi lahan olah tubuh saya dalam menjga kesehatan di masa tua. Tujuh puluh dua tahun usia saya Pak..." 

Jakarta, 12 Oktober 2013.

Tidak ada komentar: