Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

19 Oktober 2013

Hari ini adalah Hasil Hari Kemarin

Membaca kalimat motivasi dari pesohor mativasi tanah air dalam beberapa hari ini, saya terusik untuk membuatnya dalam catatan saya di sini. Ini karena ada dua kalimat motivasinya yang saya baca kok nyangkut dalam benak saya. Karena dua kalimat itu sebenarnya menjadi kayakinan saya menuju masa depan. Kalimat yang kadang meluncur dari hati saya begitu tiba-tiba manakala sedang berada di hadapan audiens.

Kalimat yang akan saya nukil dalam catatan saya ini adalah; ...apa yang didapat seseorang hari ini adalah hasil dari masa lalu. Dan apa yang seseorang hari ini adalah untuk hasil di masa depan.

Kalimat itu memberikan gambaran kepada kita agar supaya menjadikan waktu setiap detiknya sebagau saat-saat yang harus digunakan secara optimal dan maksimal. Jangan pernah mengukur sebuah ikhtiar dengan sudah cukup. Tetapi bertekadlah untuk berkata apa lagi yang dapat saya lakukan? 

Frasa sudah cukup, akan memposisikan kita untuk menjadi standar saja. Dan karena saya guru, maka saya selalu akan mempertanyakan kepada diri saya bahwa saya hanya akan menjadi guru yang biasa manakala frasa sudah cukup yang saya pilih sebagai garis perjuangan hidup saya.

Karena dorongan untuk memperjuangkan masa depan yang tidak sekedar biasa, maka saya sendiri akan memilih pernyataan untuk melakukan apa lagi dan apa lagi jika tugas pokok saya telah tuntas saya tunaikan. Sebuah tekad yang saya sendiri pernah menerima komentar teman beberapa tahun yang lalu: Kayak sastrawan saja setiap hari membaca buku... Komentar yang bukan membuat saya malu untuk meminjam dan membaca, tetapi senyum tulus saya saat itu cukuplah sebagai jawaban saya kepada sahabat saya itu.

Saya yakin bahwa Anda juga setuju dengan kalimat motivasi di atas. Atau bahkan ada diantara Anda yang sedang menjejakkan hidup dalam koordinat kalimat tersebut. Saya meyakini bahwa Andalah pemilik masa depan Anda sendiri. Semoga.

Jakarta, 19 Oktober 2013.

Tidak ada komentar: