Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

22 Maret 2016

Menjadi 'Orang Baru'

"Saya baru diangkat dan di tempatkan di sekolah ini Pak. Sebelumnya saya sebagai guru di daerah yang lumayan 'kota', yang siswanya ada sekitar 300an. Biasa Pak sebagai 'orang baru', maka saya seperti mendapat training. Mendapat amanah baru sebagai Kepala Sekolah setelah lulus tes, dan di tempatkan di sebuah SD yang siswanya tidak lebih dari 100 siswa." Komentar seorang Kepala Sekolah dimana saya dan teman-teman berkunjung ke lokasi dimana beliau bertugas untuk melakukan kegiatan berbagi dengan para peserta didiknya. Kedatangan saya dan teman-teman sesungguhnya untuk berkoordinasi tentang kegiatan kami di sekolah beliau. Tetapi entah dari mana tadi awalnya ceritanya, sehingga beliau kemudian mengungkapkan beberapa cerita seputar tugasnya sebagai Kepala Sekolah.

Usia beliau belum setengah abad. Dan sepanjang kami melakukan tukar pendapat di ruangan yang beliau sebut sebagai ruang guru dan ruang untuk menerima tamu, nampak beberapa ide yang relatif segar. Ini jika saya ingin memperbandingkan dengan beberapa Kepala Sekolah di Sekolah Pemerintah yang telah memiliki jam terbang lama. Dengan kondisi seperti itulah kami sebagai tamu merasa nyaman untuk berlama-lama berada di ruangannya. Tidak ada niatan dari kami untuk memutus komunikasi dan segera beranjak meninggalkan ruangan.

"Sebagai orang baru, saya banyak punya gagasan yang bermaksud untuk memajukan sekolah ini. Terlebih dengan keterbatasan yang ada di sekolah ini. Lokal hanya ada 8. 5 lokal untuk ruang kelas, dimana kelas dan kelas duanya bergantian mengunakan ruangan. 1 lokal untuk perpustakaan dengan koleksi buku yang masih sangat standar.  dan 1 lokal untuk ruang guru dan ruang Kepala Sekolah serta ruang tamu, dan 1 lokal dengan ukuran sepertiga ruangan kelas untuk ruang administrasi. Kami juga masih memiliki 3 guru, termasuk saya dalam status sebagai PNS sedang 4 lainnya dengan status honorer." Jelasnya. 

Saya dan teman-teman tetap berada di dalam ruangan itu dengan beberapa guru yang menemani serta menjadi saksi percakapan kami. Dengan penjelasan yang panjang lebar seperti itu, kami berada di pihak yang menunggu untuk diberi kesempatan menyampaikan apa yang memang beliau ingin ketahui dari keberadaan kami di situ.

"Pertama kali datang disini, saya sudah dihadapkan pada masalah rumah dinas yang ditempati oleh anak yatim dan piatu dari mantan Kepala Sekolah. Kami ingin sekali selesaikan masalahnya karena kebutuhan rumah bagi guru kami yang lokasi rumahnya jauh. Juga kami sudah tawarkan kepada yang bersangkutan untuk tetap tinggal di rumah dinas tersebut dan mau berperan sebagai penjaga sekolah. Tetapi yang pertama kali disampaikan ketika tawaran kami berikan adalah permintaan gaji." 

Saya dan teman-teman sempat juga tertegun dengan masalah yang satu ini. Menempati rumah dinas dengan tanpa memberikan kontribusi apapun? Tetapi sekali lagi, posisi kami adalah sebagai tamu. Maka kami hanya mendengar apa yang menjadi pemikiran ibu Kepala Sekolah tersebut.

"Alhamdulillah, sebagai orang baru, semua kondisi itu menjadi tantangan buat saya. Dan  di bulan Maret ini, dimana saya akan memasuki tahun kedua bertugas disini, saya mendapat banyak dukungan dari masyarakat sekitar sekolah setelah kami bertemu dengan semua unsur yang ada disini. Kami berharap supaya titik ini menjadikan masyarakat lebih percaya dengan sekolah ini. Mudah-mudahan dengan begitu, jumlah siswa sekolah kami dapat lebih meningkat. Doakan Pak." Kata Ibu Kepala Sekolah kepada kami.

Jakarta, 22 Maret 2016.

Tidak ada komentar: