Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

01 Desember 2015

Kinerja #11; Keterlambatan

Untuk akhir tahun seperti sekarang ini, dimana telah masuk awal Desember, maka tugas yang harus saya selesaikan adalah membuat kompilasi kinerja dari seluruh bagian yang ada. Dan ini meski rutin kami lakukan makan bukan dokumentasi data yang perlu menjadi perhatian utama untuk masa kedepannya, tetapi adalah poin dari salah satu format kinerja yang kami buat, yaitu disiplin.

Dan disiplin sebagai salah satu indikator kinerja, bentuk yang paling sering menjadi perhatian kami adalah terlambat datang ke kantor atau pulang lebih cepat dari waktu yang seharusnya. Dan bagi guru masalah yang lain adalah datang masuk kelas untuk mengajar. Tentunya selain bentuk disiplin lainnya sebagai pegawai.

Dalam sebuah lembaga, yang mengharuskan memiliki daya saing dari lembaga sejenis lainnya untuk modal eksis yang berkelanjutan, maka guru dan karyawan menjadi modal utama. Maka keberadaan teman-teman tepat waktu di lokasi tugasnya masing-masing guna melakukan kegiatan profesionalnya, menjadi perhatian utama.

Sebagaimana yang terjadi di belahan lokasi kerja lainnya, bahwa ketika anak-anak berada di dalam kelas tanpa ada guru yang seharusnya membelajarkan mereka, maka kondisi ini akan menjadi cerita buruk dimata anak-anak dan orangtuanya jika berlangsung secara berulang. Dam cerita buruk itu menjadi berita buruk pula dikemudian hari, terutama dimasa penerimaan siswa baru. Meski pada awal jam masuk sekolah semua guru dan karyawan telah tertib absensi.

Untuk itulah, maka saya dan teman-teman begitu mengkawatirkan tumbuhnya perilaku yang kurang baik, yang berkisar diseputar keterlambatan tersebut. Baik keterlambatan karena kemacetan lalu lintas, keterlambatan karena ban sepeda motor yang tiba-tiba bocor, dan lain-lain. Tentunya jika itu terjadi secara berulang. 

Itulah yang pada akhirnya ada masukan-masukan unik, seperti;
1. Untuk apa datang tepat waktu tetapi tidak produktif?
2. Untuk apa datang tidak terlambat kalau ternyata malas?
3. O... jadi hanya kedatangnya saja yang menjadi perhatian manajemen?

Pendek kata, bagi saya, jangan bicara produktif, kerja keras, pintar, atau profesional, kalau disiplin datang ke kantor saja masih terlambat. Karena bagi kedatangan adalah pintu gerbang bagi pegawai untuk pintar, disiplin, produktif, atau profesional. Semoga.

Jakarta, 1 Desember 2015.

Tidak ada komentar: