Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

31 Desember 2015

Pergi ke Pacitan

Mungkin inilah yang dinamakan keberuntungan. Tentunya keberuntungan bagi saya. Karena sudah beberapa tahun sebelum ini saya berminat sekali untuk menyusur ke arah timur ketika waktu itu sudah berada di Pantai Kukup, Wonosari, DI Jogjakarta. Namun waktu jugalah yang harus membuat saya segera kembali ke Jakarta. Maka niatan untuk menyusuri arah timur dari Kukup menuju ke wilayah Wonogiri dan Pacitan harus tertunda.
Pagi hari, setelah sarapan nasi urap, saya segera menuju ke pantai Telengria yang lokasinya dekat dengan penginapan. Tidak lupa membeli wader goreng kegemaran saya.

Dan ini merupakan keberuntungan bahwa kesempatan itu akhirnya datang juga. Selain juga saya menjadi lebih dulu mendatangi Pacitan dibanding tetangga saya yang ayah serta ibunya merupakan asli Pacitan. Setidaknya inilah yang menjadi catatan saya kali ini.
Salah satu aktivitas menarik di hamparan pantai Telengria.

"Saya ingin sekali Pak, jalan ke Pacitan via darat. Tapi terus terang tidak percaya diri dengan mengendari kendaraan sendiri." begitu kira-kira tetangga saya mengomentari cerita saya tentang perjalanan kekampung halaman ketika bertemu di halaman rumah.

"Istri saya kan asal Pacitan Pak. Beberapa waktu lalu orangtuanya pulang kampung bertemu sanak saudaranya di Pacitan. Jalannya bagus ya Pak Agus?" lanjutnya masih dengan ketidak yakinannya untuk melakukan perjalanan ke kampung asal sang istri. Saya sampaikan bahwa perjalanan yang saya lakukan santai saja. Karena saya memang orang yang gemar untuk merasakan dan menikmati setiap sisi jalan yang kami lalui. Dan persiapan untuk itu adalah waktu yang longgar dan sehat.

Hamparan batu-batu keren di Pantai Pidaan.
Kesempatan berawal dari undangan pengantinan dari teman. Dari sinilah niat untuk pergi ke Pacitan menjadi terlaksana. Mesti telah berjalan dengan terjebak macet dimana, setelah magrib dan mengandalkan perangkat Waze, saya menyusuri tanjakan Pathuk, pintu masuk kabupaten Gunung Kidul, hingga jalan tembus menuju Pringkuku.

Dan karena perjalan malam, maka pemandangan yang terlihat setelah keluar dari Wonosari dan masuk jalan tembus yang berkelok memberikan gambaran laksana masuk ke hutan belantara. Namun karena kondisi jalan yang relatif mulus, maka kepenatan menjadi tantangan yang lain untuk segera masuk ke penginapan.
Lanskap yang berbeda dari Pantai Pidaan.

Keindahan alam baru benar-benar kami nikmati ketika kembali ke Jakarta melalui jalur yang sama. Subhanallah. Luar biasa. Alam dan situasi masyarakat serta makanan, menjadikan motivasi tersendiri untuk kembali ke Pacitan suatu hari nanti.

Jakarta, 31 Desember 2015.

Tidak ada komentar: