Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

30 Desember 2015

Menanam Cabe

Mungkin anak-anak sedang belajar tentang tumbuhan atau persemaian. Tetapi, saya menemukan pot-pot baru yang beraneka ragam, rupa, dan bentuk telah berisi tanah berjejer di halaman belakang sekolah kami. Benar saja, bahwa satu pekan kemuadian, dan pekan-pekan selanjutnya menjadi kegiatan rutin siswa bertandang ke halaman belakang sekolah. Baik bersama gurunya atau ketika satu atau tiga dari anak-anak itu datang ke sekolah di pagi hari.
Tanaman berbagai macam cabe yang disemai anak-anak di halaman belakang sekolah
Pada pekan-pekan berikutnya, terutama ketika tanaman itu telah mulai bertunas, tingkat kerajinan atau kunjungan anak-anak ke halaman belakang sekolah menjadi bertambah-tambah. Akibatnya, rumput yang menjadi perlintasan mereka semakin hari semakin habis karena tidak sempat tumbuh.

Dan setelah menjelang akhir semester, pot-pot yang berisi tumpukan tanaman cabe itu tetap saja tumbuh menumpuk dalam satu pot. Saya memberikan usul kepada gurunya untuk membuat atau memisahkan tunas-tunas itu dalam pot yang berbeda-beda. Tujuannya agar 'proyek' tanaman cabe itu benar-benar tuntas. Artinya tumbuh dari tunas hingga nantinya dapat berbuah.

Namun usulan itu tidak juga terlaksana. Mungkin karena batasan proyek menanamnya hingga sampai menyemai saja. Dan karena itulah maka saya pesan kepasa teman-teman pramubakti untuk mengumpulkan botol plastik dan gelas plastik besar yang mereka temui. Alhamdulillah meski tidak terlalu banyak, botol-botol itu dapat pula menjadi media saya untuk menanam cabe.
Cabe-cabe itu telah menunjukkan profil utuhnya. Harapan saya adalah mereka berbuah ketika anak-anak kembali ke sekolah setelah usai liburan mendatang. Semoga.

Motivasi saya melakukan itu adalah untuk memberikan bukti kepada masyarakat sekolah tentang ketuntasan belajar. Agar sebuah proyek dilakukan dari awal hingga benar-benar akhir. Karena itu adalah bentuk belajar yang memberikan bekas. Semoga.

Jakarta, 30 Desember 2015.

Tidak ada komentar: