Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

10 Desember 2015

Berjalanlah, Nanti Mereka Mengikuti

Pernahkah dalam sebuah lembaga Anda dan beberapa teman melakukan sebuah gerakan yang berbeda dengan pola sebelumnya? Jika gerakan atau kebiasaan yang berbeda itu saya namakan sebagai perubahan, maka pasti ada diantara teman-teman Anda yang melihatnya dengan sebelah mata? Melihat apa yang Anda sedang lakukan sebagai gerakan hangat-hangat tahi ayam atau perubahan sporadis semata? Dan mereka yang ada di seberang Anda itu pasti semangat mengajak teman yang lain untuk berada dalam barisannya? Tidak peduli bahwa gerakan perubahan yang sedang Anda usung sebenarnya adalah gerakan kesadaran. Kesadaran atas apa yang telah lembaga alami beberapa tahun belakangan ini. Yaitu kondisi bahwa sekolah Anda sedang secara bertahap mengalami penurunan jumlah siswanya? Padahal lembaga sekolah Anda adalah sekolah swasta?

Dan jika kondisi dan situasinya sama sebagaimana yang saya utarakan di atas, maka ada baiknya jika pengalaman teman saya ini menjadi bahan diskusi yang lumayan nendang. Ini karena teman saya merasakan ketidak nyamanan yang sungguh-gungguh ketika lembaga yang dipimpinnya sedang mengalami penurunan siswa tetapi kenyataan ini tidak dapat dilihat sebagai 'pesan bahaya' bagi sebagaian teman-teman gurunya. Dan tipikalnya adalah teman-teman guru yang memang telah memiliki jam terbang tinggi.

Mengajak dan Jalan Terus

Dua hal inilah yang dilakukan oleh teman saya yang inspiratif bagi saya ini. Ia melihat ada sebuah konsep yang dapat menjadi jawaban bagi sekolahnya, dan jawaban itu ia rumuskan bersama teman-teman yang 'tahu' bahwa kekurangan siswa adalah sinyal bahaya bagi keberlangsungan lembaganya. Dan dari rumusan itu, ia mengajak teman-temannya untuk melakukan dan merealisasikan konsep dalam kegiatan belajar sehari-hari dengan tidak peduli atas masukan dan dorongan negatif para teman yang berada di seberang.

Dan meski jalan terus dengan apa yang menjadi ajakannya, teman saya juga mengajak teman sejalannya untuk tetap tidak merespon negatif atas masukan dan motivasi negatif. Pelaksanaan konsep berubah mengajak dan jalan terus ini teman saya lakukan dengan penuh konsisten. Hingga di ujung semester ganjil tahun 2015/2016 ini, telah masuk di pekan ke-6.

"Jangan pernah berhenti Bu. Jalan terus dan tetap semangat. Lakukan dengan penuh motivasi apa yang telah Ibu serta teman-teman kecil Ibu yakini untuk perubahan sekolah Ibu. Dan saya yang berada di luar Ibu merasakan aroma sukses di masa mendatang. Yakin saya!" Begitu kalimat yang saya tulis ketika vedio pelaksanaan program dia dia kirim via wa kepada saya ketika program baru berjalan 2 pekan. 

Dan komentar saya ini bukan karena saya sedang menghibur teman yang pada posisi itu sedang galau dan tidak bersemangat penuh, tetapi memang itulah esensi perubahan. Saya mencium firasat keberhasilan itu dengan sangat yakin.

"Terimakasih banyak Pak semangat dan dorongan Bapak." Begitu balasan teman saya.

Mereka Mengikuti

Dan ketika program telah berjalan lebih kurang enam pekan, maka tampaklah indikator keberhasilannya itu. Misalnya; Para peserta didik sangat kondusif ketika program ini berjalan. Dan karena itu maka anak-anak jauh lebih siap menyelesaikan masalah pembelajaran akademik yang sedang mereka jalani. Ini tidak saja pada mereka yang sudah duduk di kelas akhir dan akan menghadapi ujian, tetapi juga mereka yang menghadapi ujian akhir semester.

Bagaimana dengan guru-guru yang di awal program akan dilaksanakan berada di seberang jalan? Mereka secara berangsur tidak lagi pernah mengeluarkan kata atau bahkan kalimat beraroma negatif dan pesimis. Nampaknya teman-teman itu sedang melihat akan buah dari apa yang di awal mereka dulu tentang. Dan kenyataan ini membuat mereka untuk bersikap moderat.

Dan sikapnya yang moderat ini, yang mereka tunjuk dan tampilkan dalam perilaku mengajar di kelas atau diskusi di ruang rapat guru, memberi sinyal bahwa mereka siap untuk menjadi bagian dalam barisan perubahan. Semoga.

Jakarta, 10 Desember 2015.

Tidak ada komentar: