Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

07 Desember 2015

Belajar Menginap #17; Enak di Sini

Hari terakhir dalam kegiatan menginap di desa Pulosari, Pengalengan tahun 2015 nyaris usai. Dan agenda kegiatan dalam hari penutup itu antara lain adalah melakukan kegiatan bersama dengan warga desa di halaman masjid kampung. Kegiatannya dalam bentuk bakti sosial. Dimana seluruh peserta menginap yang telah siap meninggalkan kampung Pulosari menuju kembali ke Jakarta, akan memberikan beberapa hal yang mereka siapkan kepada penduduk setempat.

Oleh karenanya, maka seluruh siswa dan para guru telah bersiap di halaman masjid. Bahkan tas-tas anak-anak telah masuk ke dalam bus yang terparkir di halaman-halaman rumah penduduk yang ada di sepanjang jalan kampung. Demikian pula perangkat desa dan para pejabat kampung di RW 1, serta seluruh warga yang menjadi orang tua asuh, sudah lengkap bersiap mlakukan kegiatan bersama. 

Namun dalam pemeriksaan anggota kelompok oleh Bapak dan Ibu Guru, masih terdapat satu keluarga orangtua asuh bersama dua anak asuhnya, yang belum berada di lokasi kegiatan. Untunglah bahwa liokasi dimana kegiatan yang akan dilaksanakan dengan lokasi rumah tinggal orangtua asuh tersebut tidak terlampau jauh. Maka untuk mencarinya tidak membutuhkan usaha yang terlalu sulit.

"Mengapa kalian tetap berada di kebun untuk melakukan pekerjaan? Bukankah kalian tahu kalau hari ini jadwal kegiatan kita di halaman masjid untuk kegiatan bakti sosial?" Demikian kata seorang guru yang kebetulan sebagai panitia kegiatan kepada anak yang tadi di cari-cari. Tentunya setelah anak tersebut ditunggu kedatangannya di lokasi kegiatan selama satu jam lebih. Dan sementara waktu menunggu itu, maka kegiatan terus dan tetap berlanjut.

"Ya pasti tahu Pak. Tadi orangtua asuhku juga mengingatkan agar hari ini tidak pergi ke kebun untuk bekerja." Jawab anak itu. 

"Terus, apa yang menjadi motivasi kalian tetap pergi ke kebun dan memaksa orangtua asuhmu menemani?" Desak guru dengan penuh penasaran. Karena dari sekian anak yang menjadi peserta menginap, hanya ada dua anak yang berpikirnya berbeda. Sementara anak yang lan telah siap menyambut kepulangan mereka ke Jakarta, justru masih ada dua anak yang tidak menghiraukan jadwal penutupan kegiatan? Mengherankan. 

Kedua anak yang ditanya itu diam saja. Mungkin mereka berdua sedang berpikir menyusun kalimat yang tepat untuk pertanyaan guru yang ada di depannya. Sementara teman-teman lainnya di halaman masjid terus sibuk melakukan kegiatan baksosnya.

"Saya hanya merasa betah tinggal di sini dengan kegaiatan di kebun bersama orangtua asuh kami Pak. Saya pikir saya akan tetap di sini. Saya merasa bosan sekali tinggal di Jakarta. Yang untuk saya kegiatannya selain ke mall hanya main game. Di sini? Saya selalu dapat membantu orangtua asuh bekerja di kebun." Jawaban anak itu membuat guru yang ada di depannya kehabisan kalimat untuk menimpalinya. Ia hanya terdiam sebelum akhirnya berkata singkat kepada kedua anak yang ada di depannya; "Ya sudah, sekarang kalian bergabung dengan kelompok kalian." Dan percakapan itu pun selesai.

Jakarta, 7 Desember 2015.

Tidak ada komentar: